RADARGARUT– Roma kembali berduka. Timnas Italia, salah satu kekuatan sepak bola dunia dengan empat gelar juara Piala Dunia, harus menelan pil pahit lagi.
Pada Rabu 1 April 2026, Gli Azzurri tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis dari Bosnia-Herzegovina melalui adu penalti 1-4 di Stadion Bilino Polje, Zenica.
Skor imbang 1-1 selama 120 menit tidak cukup menyelamatkan Italia, yang kini dipastikan absen untuk ketiga kali berturut-turut di ajang paling bergengsi sepak bola dunia.
Baca Juga:Menuju Treble Juara: Timnas Futsal Indonesia Siap Pertahankan Gelar di Piala AFF Futsal 2026Hilang Saat Melaut, Jasad Nelayan Muda Ditemukan Tim SAR di Perairan Sancang
Kegagalan ini langsung memicu gelombang pertanggungjawaban besar-besaran di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Hanya sehari setelah kekalahan, pada Kamis (2 April 2026), Presiden FIGC Gabriele Gravina mengumumkan pengunduran dirinya.
Tak lama kemudian, legenda kiper Italia Gianluigi Buffon juga menyusul mundur dari posisinya sebagai Kepala Delegasi Tim Nasional. Bahkan, pelatih Gennaro Gattuso dikabarkan akan mengikuti jejak mereka, meski belum ada pengumuman resmi.
Gravina, yang menjabat sejak Oktober 2018 menggantikan Carlo Tavecchio pasca-kegagalan playoff melawan Swedia untuk Piala Dunia 2018, akhirnya menyerah di bawah tekanan publik dan tuntutan pertanggungjawaban.
Di bawah kepemimpinannya, Italia sempat meraih kejayaan dengan menjuarai Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris di final adu penalti di Wembley. Namun, dua kegagalan lolos ke Piala Dunia Qatar 2022 dan kini 2026 membuat catatan kepemimpinannya tercoreng.
Dalam pertemuan di markas FIGC di Roma, Gravina menyatakan kesediaannya hadir pada 8 April di hadapan Komite VII DPR Italia untuk memberikan laporan lengkap tentang kekuatan dan kelemahan sepak bola Italia saat ini. FIGC akan menggelar pemungutan suara untuk memilih presiden baru pada 22 Juni 2026 sesuai statuta federasi.
Buffon, yang mengambil peran sebagai Kepala Delegasi sejak Agustus 2023 atas undangan Gravina, juga tak kuasa menahan beban. Dalam pernyataan emosionalnya, Buffon menegaskan bahwa keputusan mundur adalah bentuk tanggung jawab moral.
“Sekarang setelah Presiden Gravina memilih untuk mengundurkan diri, saya merasa mampu melakukan apa yang saya anggap sebagai hal yang paling bertanggung jawab. Meskipun saya sangat yakin bahwa kami telah membangun semangat dan persatuan yang kuat bersama Rino Gattuso dan seluruh staf, tujuan utama kami adalah membawa Italia kembali ke Piala Dunia. Dan kami tidak berhasil,” tulis Buffon.
