Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 untuk Ketiga Kalinya, Gravina dan Buffon Mundur Secara Dramatis

(Unsplash/radargarut.id)
Italia gagal ikut Piala Dunia (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

Ia menambahkan bahwa sudah saatnya memberi kebebasan kepada pihak baru untuk memilih pemimpin yang lebih cocok.

Kegagalan Italia di playoff jalur A ini sangat menyakitkan. Bosnia-Herzegovina, yang berada di peringkat 71 dunia sebelum pertandingan, berhasil memanfaatkan kesalahan individu pemain Italia.

Pelatih Gennaro Gattuso, yang baru ditunjuk Juni 2025 menggantikan Luciano Spalletti, sempat membawa semangat baru. Namun, hasil imbang 1-1 yang berujung kekalahan penalti membuatnya sulit mempertahankan posisi.

Baca Juga:Menuju Treble Juara: Timnas Futsal Indonesia Siap Pertahankan Gelar di Piala AFF Futsal 2026Hilang Saat Melaut, Jasad Nelayan Muda Ditemukan Tim SAR di Perairan Sancang

Gattuso sendiri enggan bicara soal masa depannya pasca-laga, hanya menyatakan betapa menyakitkannya kekalahan tersebut meski menurutnya tim layak menang.

Pelatih legendaris Fabio Capello memberikan pandangan berbeda. Menurut Capello, Gattuso seharusnya diberi kesempatan lebih lanjut karena ia mengambil alih tim saat kualifikasi sudah berjalan dan berhasil menyuntikkan karakter serta tekad juang.

“Sayangnya, kami membayar harga atas kesalahan individu pemain yang sangat mendasar. Jika tidak, kami mungkin akan membawa pulang hasil yang lebih baik,” ujar Capello.

Trauma Panjang dan Tantangan ke Depan

Ini adalah kali ketiga Italia gagal tampil di Piala Dunia secara beruntun sejak tahun 2018. Sebagai juara dunia empat kali pada tahun 1934, 1938, 1982, 2006, absennya Gli Azzurri dari panggung global semakin menjadi sorotan tajam.

Trauma dimulai sejak playoff 2017 melawan Swedia, kemudian playoff 2022 melawan Makedonia Utara, dan kini penalti melawan Bosnia.

Faktor penyebabnya kompleks antara lain regenerasi pemain yang lambat, ketergantungan pada generasi lama, performa klub-klub Serie A yang kurang mendukung timnas, hingga manajemen federasi yang dianggap kurang visioner.

Kemenangan Euro 2020 sempat menjadi titik terang, tapi kegagalan berikutnya menunjukkan masalah struktural yang lebih dalam.

Baca Juga:Duel Sengit Raksasa Inggris: Manchester City vs Liverpool di Perempat Final FA Cup 2025/26 – Siapa yang Akan MNelayan Muda Garut Hilang Diterjang Ombak Besar Saat Pasang Jaring

Pengunduran diri Gravina dan Buffon menjadi awal dari “gempa bumi” di sepak bola Italia. Banyak yang berharap pergantian kepemimpinan ini membawa angin segar dengan perekrutan pelatih berkualitas, program pembinaan usia dini yang lebih baik, serta strategi jangka panjang untuk mengembalikan kejayaan Azzurri.

Sementara itu, peluang Roberto Mancini untuk kembali menjadi pelatih timnas sempat mencuat, meski belum ada konfirmasi resmi.

FIGC harus bertindak cepat, karena jadwal kompetisi internasional terus berjalan dan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko semakin dekat.

0 Komentar