Dinas PUPR Garut Siagakan Alat Berat untuk Penanganan Darurat

Radar Garut
Dinas PUPR Garut Siagakan Alat Berat untuk Penanganan Darurat
0 Komentar

GARUT – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tanah longsor seiring datangnya musim hujan. Sejumlah alat berat disiapkan untuk mempercepat penanganan material longsor yang berpotensi menutup akses jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan mengingat sejumlah wilayah di Kabupaten Garut memiliki tingkat kerawanan longsor, terutama kawasan perbukitan dan ruas jalan yang berada di sekitar lereng.

Kasubag UPT Peralatan dan Perbengkelan Dinas PUPR Kabupaten Garut, Yadi Gunawan, mengatakan seluruh alat berat yang siap dioperasikan saat ini dipusatkan di workshop atau bengkel utama milik Dinas PUPR.

Baca Juga:Polsek Tarogong Kidul Tangkap HMI dan E, Diduga Lakukan Curanmor di Delapan LokasiPutri Yaasin Sastrianie Sumbang Emas Muay Thai, Bupati Garut Janjikan Bonus Lebih Besar

Penempatan tersebut bertujuan mempermudah mobilisasi peralatan ketika terjadi bencana di berbagai wilayah Kabupaten Garut.

“Kalau untuk alat berat, posisi disiagakan di workshop. Jadi kalau ada laporan, itu langsung berangkat,” ujar Yadi.

Yadi menjelaskan, hingga saat ini belum terdapat penambahan jumlah alat berat secara khusus untuk menghadapi musim hujan.

Adapun armada yang tersedia meliputi tiga unit loader dan tiga unit mini excavator. Selain itu, terdapat alat berat jenis backhoe loader yang biasa dimanfaatkan dalam kegiatan penanganan material longsor.

Menurutnya, kesiapan peralatan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan darurat, terutama apabila longsor menyebabkan badan jalan tertutup material tanah maupun bebatuan.

Dengan keberadaan alat berat, proses pembersihan material diharapkan dapat dilakukan lebih cepat agar akses transportasi masyarakat kembali normal.

Yadi mengungkapkan, pihaknya sengaja tidak menempatkan alat berat secara permanen di sejumlah wilayah rawan longsor.

Baca Juga:Usai 132 Orang Diduga Keracunan, Operasional Dapur Dihentikan, Pemkab Tunggu Keputusan BGNBalita di Garut Diduga Diculik Saat Bermain di Halaman Rumah, Polisi Buru Pelaku

Kebijakan tersebut diambil karena kejadian longsor tidak dapat dipastikan lokasi maupun waktunya. Bencana bisa terjadi secara tiba-tiba di berbagai kecamatan, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Apabila alat berat ditempatkan seluruhnya di satu kawasan, dikhawatirkan proses mobilisasi justru membutuhkan waktu lebih lama ketika bencana terjadi di wilayah lain.

“Kalau untuk longsor kan kadang ada di Cikado, kadang ada di Malangbong. Kalau disimpan di sana semua, nanti ketika terjadi di wilayah lain justru lebih jauh,” jelasnya.

0 Komentar