Fenomena Langka di Kampung Cigagak: Tiba-Tiba Tumbuh Bunga Mirip Bunga Bangkai

Radar Garut
Bunga bangkai yang tumbuh di Kampung Cigagak, Banyuresmi, Garut. (Rizki Peratami)
0 Komentar

​GARUT — Warga Kampung Cigagak, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, mendadak dibuat gempar dan takjub dengan penemuan sesosok flora langka di lingkungan pemukiman mereka.

Sebuah bunga yang mirip dengan bunga bangkai berukuran relatif kecil, yang diperkirakan mulai tumbuh sejak sekitar lima hari lalu, kini mendadak menjadi pusat perhatian warga setempat.

​Berdasarkan penampakan di lokasi, bunga unik tersebut tampak dikelilingi oleh pagar sederhana yang dibuat dari tumpukan batu bata serta bilah kayu.

Baca Juga:21 Pemuda Bersenjata Tajam dan Molotov di Kawasan Jalan Siliwangi Garut Berhasil Diciduk PolisiDaging Ayam di Balik Ompreng MBG Diduga Jadi Penyebab Ratusan Siswa di Garut Termasuk Guru Alami Keracunan

Hal ini dilakukan warga untuk melindungi tanaman langka tersebut agar tidak terinjak atau rusak akibat antusiasme warga yang datang melihat dari dekat.

​Pagar pelindung sederhana yang terbuat dari susunan batu bata dan bilah kayu di sekitar tanaman ini sengaja dipasang oleh warga demi menjaga keamanan fisik bunga tersebut.

​Salah satu warga setempat mengungkapkan inisiatif tersebut diambil agar tanaman langka ini tidak rusak di tengah ramainya rasa penasaran orang-orang yang datang.

“Sengaja dipasang pager seadanya pas bunga ini tumbuh, ya kira-kira lima hari lalu,” ujar salah seorang warga Kampung Cigagak.

​Meski ukurannya tidak sebesar kerabatnya yang berjenis raksasa (Amorphophallus titanum), struktur bunga yang menampilkan kelopak berwarna merah marun keunguan dengan bagian tongkol (spadix) yang bertekstur unik ini tetap memancarkan keeksotisan tersendiri.

Kehadiran tanaman ini sontak mengubah suasana kampung yang biasanya tenang menjadi lebih ramai oleh obrolan hangat warga yang membahas fenomena alam tersebut.

​Bunga bangkai atau yang kerap diasosiasikan dengan tumbuhan dari marga Amorphophallus ini dikenal memiliki siklus hidup yang unik.

Baca Juga:Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, 132 Orang di Garut Alami Gejala Mual dan MuntahKepemimpinan Sekda Nurdin Yana Purna Tugas, Bupati Lantik Satria Budi Jadi PJ Sekda

Tanaman ini melewati fase vegetatif (berupa pertumbuhan batang dan daun menyerupai pohon kecil) dan fase generatif (kemunculan bunga).

​Ketika memasuki fase mekar, bunga ini umumnya memancarkan aroma khas yang menyengat (seperti bau bangkai) guna memancing kedatangan serangga penyerbuk seperti lalat.

Usia mekar bunga jenis ini biasanya juga tidak bertahan lama, hanya berkisar beberapa hari sebelum akhirnya layu secara alami.

​Bagi warga Kampung Cigagak, kemunculan bunga langka ini tidak hanya sekadar tontonan yang mengherankan, tetapi juga menjadi momen langka yang mempererat kebersamaan antarwarga.(*)

0 Komentar