“Kalau memang kemiringannya ekstrim ya perkuat lah atau tiangnya gitu. Terus kalaupun dalam kemiringan ya harus ada cut and fill, terus yang penting mungkin mereka justru lebih memahami lokasi-lokasi masing-masing,” ucap Aah.
Ia menambahkan, hingga kini Pemkab Garut belum menetapkan sebagai Status Tanggap Darurat atas terjadinya 12 lokasi bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Belum, karena kita juga indikatornya dilihat dulu ya, karena itu kan dirapat koordinasi secara umum,” tutupnya. (*)
