GARUT – Beragam cara dilakukan jajaran Polres Garut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas. Tidak hanya melalui penindakan pelanggaran, kampanye keselamatan berkendara juga dikemas dengan pendekatan unik, mulai dari membagikan vitamin kepada pengguna jalan hingga menghadirkan badut yang membawa helm berstandar SNI.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Patuh Lodaya 2026 yang bertujuan menumbuhkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di Kabupaten Garut.
Kapolres Garut, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan bahwa keberhasilan operasi lalu lintas tidak hanya diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan saat berkendara.
Baca Juga:Polisi Ungkap Lima Pelanggaran Prioritas Target Operasi Patuh Lodaya 2026Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Garut Kerahkan 110 Personel
“Intinya bagaimana upaya kita untuk bisa meningkatkan kesadaran hukum masyarakat berlalu lintas. Dengan naiknya kesadaran hukum berlalu lintas, mereka akan semakin membantu kita untuk bisa menekan fatalitas kecelakaan,” ujar Niko.
Menurutnya, pendekatan edukatif menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kebiasaan tertib berlalu lintas. Karena itu, kegiatan sosialisasi tidak hanya dilakukan di jalan raya, tetapi juga menyasar lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan serta kepatuhan terhadap aturan saat berkendara.
Menariknya, dalam kegiatan sosialisasi di jalan raya, petugas juga membagikan vitamin kepada pengguna kendaraan. Pembagian tersebut menjadi sarana untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sembari menyampaikan pesan keselamatan.
“Sosialisasi di sekolah-sekolah, kemudian mungkin di jalan raya memberikan seperti vitamin dan sebagainya. Itu salah satu upaya sehingga masyarakat pengguna jalan, baik roda empat maupun roda dua, bisa mengetahui karena pada saat diberikan akan ada imbauan dari kita,” katanya.
Tidak hanya itu, kehadiran badut yang membawa helm SNI turut menjadi perhatian dalam kegiatan kampanye keselamatan tersebut.
Niko bahkan sempat melontarkan candaan ketika mengetahui adanya badut yang digunakan sebagai media edukasi bagi masyarakat.
Baca Juga:Fraksi PDI Perjuangan Dorong Seleksi Sekda Garut Dilakukan TerbukaAnggota DPR RI Lola Nelria Oktavia Dorong Bantuan Irigasi untuk Poktan Baraya Tani
“Saya juga baru tahu ini ada badut. Badut ini dia bawakan helm SNI. Untung saya pakai helm SNI. Kalau enggak, saya ini sendiri yang ditegur nantinya,” ucapnya.
