Kasus Karhutla di Kabupaten Naik Signifikan: Ratusan Hektar Lahan Ludes Dilahap Api

Kebakaran Lahan di Kecamatan Tarogong Kaler, Garut. (istimewa)
Kebakaran Lahan di Kecamatan Tarogong Kaler, Garut. (istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, semakin mengkhawatirkan. Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut melaporkan bahwa hingga 25 Oktober 2026, total lahan yang terbakar mencapai 173,7 hektare.

Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi peringatan keras bagi upaya pengendalian kebakaran di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Basuki Eko, mengungkapkan data tersebut pada Selasa 27 Oktober 2026.

Baca Juga:BEM UI Gelar Aksi Demo di Bundaran HI Hari Ini, Ini Lima Tuntutannya28 Oktober: Hari Sumpah Pemuda dan Hari Animasi Internasional, Dua Momen Bersejarah yang Penuh Makna

“Total area yang terbakar pada tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan yaitu sekitar 173,7 hektare,” ujarnya.

Peningkatan paling tajam terjadi pada periode Juli hingga Oktober, ketika musim kemarau mencapai puncaknya.

Pada bulan September, luas lahan terbakar mencapai 50,68 hektare, disusul Oktober dengan 50,65 hektare. Agustus mencatat 38,69 hektare, sedangkan Juli 32,21 hektare. Sebelumnya, pada Januari hingga Juni, luas area terbakar masih relatif rendah.

Namun, kombinasi cuaca kering dan aktivitas manusia diduga menjadi pemicu utama lonjakan ini.

Lebih mencengangkan lagi, peningkatan jumlah kejadian kebakaran. Hingga 25 Oktober 2026, tercatat total 641 kejadian kebakaran di Garut. Dari jumlah itu, 403 merupakan kebakaran lahan, sementara 238 lainnya adalah kebakaran non-lahan.

Bandingkan dengan tahun 2025 yang hanya mencatat 225 kejadian secara keseluruhan. Artinya, terjadi kenaikan sekitar 185 persen atau 416 kejadian tambahan.

Khusus untuk kebakaran lahan, lonjakannya bahkan lebih ekstrem. Pada 2025, hanya ada 21 kejadian kebakaran lahan. Tahun ini, angka tersebut melonjak menjadi 403 kejadian, atau peningkatan sebesar 1.819 persen (tambahan 382 kejadian).

Baca Juga:Ratusan Siswa dari Tiga SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan MBG, Gejala Muncul Tengah MalamCuaca Garut Hari Ini: Hujan Ringan Guyur Hampir Seluruh Kecamatan, Suhu 16–28°C

Puncak kejadian terjadi di bulan Agustus dengan 122 kasus, September 107 kasus, dan Juli 81 kasus. Data ini menegaskan bahwa risiko karhutla di Garut masih sangat tinggi dan berpotensi terus bertambah hingga akhir tahun.

Lonjakan ekstrem ini bukan sekadar angka statistik. Kebakaran lahan yang meluas berpotensi menghasilkan kabut asap yang dapat mengganggu kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta aktivitas ekonomi dan transportasi di sekitar Jawa Barat.

Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa karhutla di berbagai wilayah Indonesia sering kali memicu masalah lintas daerah, termasuk gangguan penerbangan dan peningkatan kasus penyakit pernapasan.

Pihak Dinas Pemadam Kebakaran Garut terus berupaya menangani setiap kejadian, namun tantangan semakin berat seiring dengan frekuensi yang terus meningkat.

0 Komentar