Jalan Soekarno-Hatta Bandung Macet Parah, Ini Penyebabnya!

(Istimewa)
Masyarakat keluhkan Jalan Soekarno-Hatta Bandung macet pada 22 September 2026 (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Warga Kota Bandung harus mengurut dada menghadapi kemacetan parah yang mengular di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta hingga Jalan Ibrahim Adjie pada Selasa 22 September 2026 pagi. Kemacetan horor yang melumpuhkan aktivitas kendaraan ini dipicu oleh proyek galian crossing drainase dan gorong-gorong di kawasan simpang Jalan Ibrahim Adjie yang tak kunjung selesai sesuai jadwal.

​Penyebab utamanya bukan sekadar kendala teknis biasa, melainkan alat berat milik kontraktor pelaksana yang mengalami kerusakan alias mogok tepat di lokasi penggalian.

​Mesin Rusak Pukul 02.00 Dini Hari, Imbasnya Melumpuhkan Jalan Utama

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, membenarkan bahwa kelumpuhan arus lalu lintas di kawasan tersebut murni akibat kelalaian dan permasalahan dari pihak kontraktor proyek. Sesuai target awal, pengerjaan galian dan penutupan kembali permukaan jalan seharusnya rampung pada pukul 04.00 WIB pagi sebelum volume kendaraan warga mulai meningkat.

Baca Juga:Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027Indonesia Alami Lonjakan Kasus ISPA, Lebih Dari 150 Ribu Kasus Tercatat

​Namun, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, alat berat jenis ekskavator yang tengah memasang konstruksi box culvert mengalami kerusakan fatal pada selang hidroliknya. Kerusakan mendadak ini membuat proses pemasangan gorong-gorong terhenti seketika, sementara galian tanah sedalam 2,8 meter beserta alat berat yang mangkrak dibiarkan menutup sebagian badan jalan.

​”Macet di Soekarno-Hatta itu kesalahan dari pihak kontraktor, karena alat beratnya mogok. Alat berat yang harusnya selesai bekerja tadi jam 4 pagi, tidak selesai. Jadi menimbulkan kemacetan yang luar biasa,” ujar Farhan saat memberikan keterangan di Balai Kota Bandung, Selasa siang.

​Farhan Tekan DSDABM dan Kepolisian Evaluasi Kontraktor

​Menanggapi kekecewaan publik akibat melesetnya jam pengerjaan, Farhan menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung untuk bertindak tegas dan mengawal ketat jalannya proyek agar tidak ada lagi penundaan pengerjaan yang mengorbankan kenyamanan warga.

​”Saya mengejar terus ke Dinas DSDABM untuk memastikan tidak ada lagi pekerjaan yang tertunda di Soekarno-Hatta. Dengan tingkat kemacetan yang begitu ‘kejam’ di sana, kesabaran warga tentu sangat tipis,” imbau Farhan.

​Selain itu, jajaran Satlantas Polrestabes Bandung turut turun tangan memanggil pihak kontraktor pelaksana untuk diminta pertanggungjawaban serta memastikan langkah percepatan penanganan agar penutupan galian bisa tuntas dalam kurun waktu 1 hingga 2 hari.

0 Komentar