RADARGARUT– Panggung sepak bola Asia Tenggara memasuki babak baru yang lebih megah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, turnamen regional diputar langsung di bawah naungan resmi FIFA melalui ajang bertajuk FIFA ASEAN Cup 2026.
Berlangsung mulai 25 September hingga 5 Oktober 2026, kompetisi edisi perdana ini menempatkan Indonesia tidak hanya sebagai peserta unggulan, tetapi juga sebagai tuan rumah untuk kategori tertinggi, Premier Division.
Bagi Timnas Indonesia, turnamen ini menjadi momentum emas untuk melupakan kegagalan pada edisi Piala AFF sebelumnya. Mengusung misi tebus dosa sekaligus membuktikan taji di kandang sendiri, Skuad Garuda yang kini ditukangi oleh pelatih kawakan John Herdman siap tampil habis-habisan demi merengkuh trofi juara.
Baca Juga:Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027Indonesia Alami Lonjakan Kasus ISPA, Lebih Dari 150 Ribu Kasus Tercatat
Misi Wajib Juara dan Skuad Bertabur Bintang
Sebagai tuan rumah Premier Division, Timnas Indonesia diuntungkan karena bakal memainkan seluruh pertandingan fase grup hingga babak final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Atmosfer riuh puluhan ribu pendukung Garuda di GBK diyakini bakal menjadi bahan bakar tambahan bagi racikan strategi Herdman.
Guna mewujudkan target tinggi tersebut, John Herdman telah memanggil 23 pemain terbaik yang diumumkan sejak 18 September 2026. Kombinasi mumpuni dihadirkan lewat kolaborasi para pemain diaspora yang merumput di liga-liga top Eropa dan pilar-pilar tangguh dari Liga 1.
Nama-nama seperti Kevin Diks, Justin Hubner, Calvin Verdonk, dan Ole Romeny dipastikan siap menjadi motor permainan. Bahkan, Kevin Diks dipercaya menyandang ban kapten untuk memimpin rekan-rekannya di lapangan menggantikan Jay Idzes yang terpaksa absen akibat cedera. Sektor tengah dan pertahanan semakin solid dengan kehadiran Thom Haye serta Rizky Ridho.
Format Ringkas: Tanpa Semifinal, Hanya Sang Juara Grup ke Final
FIFA ASEAN Cup 2026 membagi delapan tim Premier Division ke dalam dua grup. Indonesia berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan negara undangan Bangladesh. Sementara Grup B dihuni oleh Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan, dengan pertandingan fase grup dipusatkan di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Bandung.
Berbeda dari format turnamen Asia Tenggara tradisional, ajang ini menggunakan format yang cukup ketat tanpa babak semifinal:
