Sar Bagi Enam Zona Wilayah Dalam Misi Mencari 5 Jurnalis Hilang Dalam Liputan Gunung Anak Krakatau

(Disways)
Tim SAR bagi wilayah pencarian menjadi 6 zona dalam misi pencarian 5 jurnalis yang hilang (Disways)
0 Komentar

RADARGARUT– Memasuki hari ketiga operasi Search and Rescue (SAR), Polri bersama Basarnas serta unsur SAR gabungan terus memperluas dan mengintensifkan pencarian terhadap delapan orang yang masih hilang di perairan Selat Sunda, Banten.

Mereka terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026, saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Sedikitnya 59 personel Polri dikerahkan dalam operasi pencarian pada Kamis 10 September 2026. Kekuatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Polairud Polda Banten, Kombes Eko Hartanto, menggunakan kapal KP Sanjaya-7017 yang menyisir wilayah perairan sesuai zona pencarian yang telah ditentukan.

Baca Juga:3 Cafe Ini Jadi Andalan Untuk WFC di Garut! Berikut DaftarnyaHarga Emas Antam Naik Rp15.000 per Gram Hari Ini, Update Lengkap & Harga Buyback 10 September 2026

Personel Ditpolairud Polda Banten juga memperkuat kapal KN SAR Tetuka milik Basarnas. Sebelum berangkat, personel SAR melaksanakan briefing pada Kamis pagi untuk memastikan koordinasi berjalan optimal.Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa prioritas utama adalah menemukan jurnalis dan awak kapal yang masih dalam pencarian.

“Prioritas kami adalah menemukan jurnalis dan awak kapal yang masih dalam pencarian. Karena itu, kekuatan SAR terus kami perkuat. Bersamaan dengan itu, penyelidikan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat diketahui berdasarkan fakta,” ujarnya kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa di laut pihaknya mencari dan berupaya menyelamatkan, sementara di darat mengumpulkan serta memverifikasi setiap informasi.

Pada hari ketiga, wilayah operasi dibagi menjadi enam zona dengan total area pencarian mencapai sekitar 2.483 nautical mile square (NM²). Pembagian ini dilakukan agar penyisiran wilayah laut yang luas dapat berlangsung secara sistematis dan terarah.

Tim mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menentukan pola pencarian, mulai dari posisi terakhir kapal, arah angin, arus, gelombang, kondisi cuaca, hingga perkembangan informasi di lapangan. Beberapa sumber menyebutkan perluasan juga mencakup sisi utara kawasan Gunung Anak Krakatau setelah area selatan hingga radius sekitar 20 NM disisir.

Rombongan berangkat menggunakan speedboat Arupadhatu 1 dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Tujuan mereka adalah meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

0 Komentar