SOLO – Aktivis muda Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Hendriyanto Attan, S.Psi., M.M., mendapat penghormatan dari Karaton Surakarta Hadiningrat dengan dianugerahi gelar Kanjeng Raden Haryo.
Melalui penganugerahan tersebut, Hendriyanto kini menyandang nama kehormatan Kanjeng Raden Haryo Hendriyanto Attan Dharmawisisesa.
Pemberian gelar itu tertuang dalam Kakancingan Angka 313/KS/08/26 yang diterbitkan oleh Pengageng Parentah Karaton Surakarta Hadiningrat. Dalam dokumen tersebut, Hendriyanto ditetapkan menerima pangkat Riya Nginggil.
Baca Juga:Teh Lola Berbakti Rutin Borong Jajanan UMKM, Produk Dibagikan Gratis kepada WargaRutan Garut Tegaskan Zero Pungli, Warga Binaan Diminta Laporkan Jika Ada Permintaan Uang
Kakancingan tersebut ditandatangani Sinoehoen Tedjowoelan dan dilengkapi cap Karaton Surakarta Hadiningrat. Penetapannya dilakukan pada 31 Agustus 2026 atau 17 Mulud Tahun Be 1960 dalam kalender Jawa.
Bagi Hendriyanto, penghormatan dari Karaton Surakarta itu memiliki arti lebih luas daripada sekadar penyematan gelar kebangsawanan. Ia melihatnya sebagai tanggung jawab untuk terus menjaga nilai budaya dan menguatkan pengabdian sosial.
“Gelar ini bukan semata-mata kehormatan personal. Di balik pemberian gelar terdapat amanah untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya, menjunjung martabat, serta membawa semangat pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” ujar Hendriyanto dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
Penganugerahan tersebut sekaligus menambah warna baru dalam perjalanan Hendriyanto yang selama ini banyak bersentuhan dengan dunia organisasi, sosial, ekonomi, hingga lingkungan profesional.
Di lingkungan KAHMI, Hendriyanto saat ini dipercaya sebagai Wakil Bendahara Majelis Nasional KAHMI.
Keterlibatannya di organisasi alumni Himpunan Mahasiswa Islam tersebut menjadi salah satu ruang pengabdiannya setelah melewati proses panjang dalam tradisi organisasi kemahasiswaan.
Lingkungan HMI dan KAHMI selama ini dikenal menempatkan intelektualitas, independensi, nilai keislaman, serta komitmen kebangsaan sebagai bagian dari fondasi kaderisasi.
Baca Juga:KRYD Akhir Pekan, Polres Garut Sita Ratusan Botol Miras dan Puluhan Knalpot BrongPersigar U-15 Lolos ke Final Piala Soeratin Usai Tundukkan Banjar Patroman FA 1-0
Nilai-nilai tersebut kemudian dibawa Hendriyanto dalam sejumlah ruang aktivitas yang lebih luas, baik dalam organisasi kemasyarakatan maupun dunia profesional.
Selain di KAHMI, Hendriyanto juga aktif di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PBNU.
Perannya di LPNU membuat kiprahnya bersinggungan dengan isu ekonomi, penguatan kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Di sisi lain, Hendriyanto juga memiliki pengalaman di lingkungan korporasi nasional. Ia dipercaya sebagai advisor di sejumlah badan usaha milik negara.
