GARUT – Produksi padi di Kabupaten Garut masih menunjukkan capaian positif meski sejumlah wilayah menghadapi serangan hama tikus dan keterbatasan air selama musim kemarau. Dinas Pertanian Kabupaten Garut mencatat produksi padi pada Juli 2026 mencapai 137.230 ton, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 87.520 ton.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan pada Dinas Pertanian Garut, Rieza Fauzani, mengatakan peningkatan produksi tersebut menunjukkan serangan hama tikus sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap produksi padi secara keseluruhan.
“Kalau kita lihat di bulan Juli 2025, produksi padi itu di angka 87.520 ton. Sementara Juli 2026 kita berproduksi mencapai 137.230 ton,” ujar Rieza.
Baca Juga:Makin Viral! “Kasih Aba-Aba 2.0” Shopee 9.9 x Naykilla & Tenxi Tembus Belasan Jutaan ViewsKekeringan Meluas di Garut, Pemkab Belum Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat
Menurut Rieza, serangan tikus memang ditemukan di sejumlah wilayah, tetapi tingkat serangannya masih bersifat sporadis atau terjadi pada titik-titik tertentu.
Kondisi tersebut membuat produksi padi secara keseluruhan masih relatif tinggi karena sejumlah daerah lainnya masih memiliki ketersediaan produksi yang cukup.
Memasuki Agustus 2026, produksi padi tercatat sementara mencapai sekitar 68.406 ton. Angka tersebut masih berupa estimasi lantaran seluruh data produksi belum selesai diolah oleh Dinas Pertanian Kabupaten Garut.
Sebagai pembanding, produksi padi pada Agustus 2025 berada di angka sekitar 77.000 ton. Rieza menegaskan bahwa perbandingan produksi Agustus belum dapat dijadikan gambaran akhir karena data bulan berjalan masih dalam proses pengolahan.
“Kalau bulan Juli aman, perbandingannya naik. Nah, bulan Agustus meskipun ada penurunan, angkanya masih sementara,” katanya.
Menghadapi serangan hama tikus, Dinas Pertanian Kabupaten Garut melakukan pengendalian secara langsung melalui petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Kepala UPT, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Pengendalian dilakukan di wilayah yang ditemukan serangan, baik pada tingkat spot maupun serangan dengan intensitas sedang.
Baca Juga:Intip Gaya Tenxi, dari Musik dan Hobi hingga Barang Favoritnya di Shopee 9.9 Super Shopping DayBRI Cabang Purwakarta Apresiasi Langkah Kejari Tetapkan Tersangka Fraud KUR: Oknum Sudah Di-PHK
Dinas Pertanian juga mendapatkan dukungan sarana pengendalian dari BPTPH Provinsi Jawa Barat berupa alat emposan serta bahan pengendali hama.
Bantuan tersebut digunakan untuk memperkuat upaya pengendalian tikus di lahan pertanian yang terdampak.
Dengan banyaknya tantangan pada musim kemarau, Dinas Pertanian Kabupaten Garut telah menyediakan mesin pompa air yang dapat dimanfaatkan kelompok tani melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dengan setiap BPP memiliki dua unit pompa yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi sumber air.
