GARUT – Upaya Pemerintah Kabupaten Garut dalam menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih menjadi tantangan utama.
Di tengah kebutuhan anggaran yang terus meningkat, optimalisasi sumber-sumber PAD menjadi persoalan penting, terlebih masih adanya potensi kebocoran penerimaan di sejumlah sektor.
Potensi kebocoran PAD tersebut, disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Komisi II, H.Imat Rohimat.
Baca Juga:DPMPTSP Garut Tegaskan Pendirian Bangunan Wajib Kantongi PBG, Keselamatan Jadi PrioritasJalan Banjarwangi Hingga Peundeuy Sudah Disurvei BPJN, PUPR Garut Menunggu Hasil Penilaian Balai
Menurutnya, banyak sektor untuk meningkatkan PAD Garut, dari mulai pariwisata hingga retribusi parkir.
“Gini ya, dalam meningkatkan PAD ini diantaranya untuk Garut itu di pengelolaan wisata, terus pengelolaan parkir itu kan berkesinambungan,” ujarnya.
Namun, hingga sekarang penerimaan PAD pada Sektor Pariwisata di Garut Selatan selalu bocor, artinya pemasukannya selalu kecil.
“Pada saat ini apakah sudah betul ? ya tentu belum, masih bocor itu di selatan, berapa itu pendapatan? masuknya berapa per tahun? Kan sedikit masih jauh, masih bocor-bocor itu,” ungkapnya.
Sehingga, kata Imat, perlunya penegakan Peraturan Daerah (Perda) agar PAD yang diterima terus mencapai target.
“Makanya saya tadi bilang bahwa tegakkan Perda, ketika sudah dilaksanakan Perda itu pasti PAD bakal naik,” katanya.
Imat menambahkan, PR Pemkab Garut saat ini harus terus menaikan PAD terlepas menggunakan cara apapun, namun tidak menaikan PBB.
Baca Juga:Revitalisasi PKL Area Pemda Garut Akan Rampung Desember 2026, Habiskan Anggaran Rp500 JutaKopi Garut Berpotensi Kembali Tembus ke Pasar Ekspor, Distan Siapkan Strategi Perkuat Brand
“Tapi naikkan PAD jangan sampai menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang ada di masyarakat, tapi yang lainnya masih banyak,” tutupnya. (*)
