RADARGARUT– Kabupaten Garut kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama kopi Arabika di Jawa Barat. Berdasarkan data Open Data Jabar 2025 yang dirilis Dinas Perkebunan, Garut menempati posisi kedua sebagai daerah penghasil kopi Arabika tertinggi di Provinsi Jawa Barat dengan produksi mencapai 3.244,35 ton.
Angka ini menempatkan Garut tepat di bawah Kabupaten Bandung yang mendominasi dengan 8.556,91 ton. Meski berada di peringkat kedua, kontribusi Garut tetap sangat signifikan terhadap total produksi kopi Arabika Jawa Barat yang mencapai 16.862,74 ton pada tahun 2025.
Mengapa Garut Unggul?
Garut memiliki keunggulan geografis yang sangat mendukung budidaya kopi Arabika. Ketinggian wilayah yang berkisar antara 700 hingga lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut, iklim sejuk, serta tanah vulkanik yang subur menciptakan kondisi ideal bagi tanaman kopi Arabika.
Baca Juga:Pemerintah Tegaskan Tak Perlu Satgas Khusus Karhutla, Koordinasi Lintas Sektor Dinilai Sudah OptimalGubernur NTB Duga Kelistrikan Jadi Penyebab Sementara Kebakaran Kampung Adat Sade, Fokus Kini pada Restorasi
Daerah-daerah seperti Cisurupan, Cikajang, Pakenjeng, dan sekitarnya sudah lama dikenal sebagai sentra kopi berkualitas. Petani di Garut tidak hanya menghasilkan volume besar, tetapi juga dikenal dengan cita rasa kopi yang khas.
Karakteristik kopi Garut sering digambarkan memiliki body yang baik, tingkat keasaman seimbang, serta aroma floral dan fruity yang disukai pasar spesialti. Inilah yang membuat kopi Garut semakin dilirik oleh roaster lokal maupun pembeli ekspor.
Posisi Garut di Tengah Kompetisi
Meskipun Bandung masih unggul jauh, jarak produksi antara Bandung dan Garut menunjukkan bahwa Garut memiliki ruang besar untuk berkembang. Sementara Kabupaten Bandung Barat (1.109,01 ton), Sukabumi (1.035,92 ton), dan Cianjur (961,35 ton) berada di bawahnya, Garut tetap mempertahankan posisi runner-up yang solid.
Keunggulan ini juga didukung oleh semakin banyaknya kelompok tani dan koperasi di Garut yang menerapkan praktik budidaya berkelanjutan, pengolahan pasca panen yang lebih baik, serta branding produk yang lebih modern. Beberapa merek kopi Garut kini sudah mampu menembus pasar nasional dan bahkan mulai menjajaki ekspor.
Peluang Ekonomi dan Tantangan
Produksi 3.244 ton bukan hanya angka. Di baliknya terdapat ribuan petani yang menggantungkan hidup dari kopi. Sektor ini membuka lapangan kerja mulai dari kebun, pengolahan, hingga pariwisata berbasis kopi.
