Desa-desa wisata kopi di Garut semakin ramai dikunjungi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman panen, roasting, hingga menyeduh kopi langsung di lokasi.
Namun, tantangan tetap ada. Fluktuasi harga, perubahan iklim, serta kebutuhan peningkatan kualitas dan sertifikasi masih menjadi pekerjaan rumah.
Dukungan pemerintah daerah dalam bentuk pelatihan, akses pupuk, serta penguatan kelembagaan petani sangat dibutuhkan agar produksi Garut bisa terus meningkat dan nilai jualnya semakin tinggi.
Baca Juga:Pemerintah Tegaskan Tak Perlu Satgas Khusus Karhutla, Koordinasi Lintas Sektor Dinilai Sudah OptimalGubernur NTB Duga Kelistrikan Jadi Penyebab Sementara Kebakaran Kampung Adat Sade, Fokus Kini pada Restorasi
Harapan ke Depan
Dengan posisi kuat sebagai penghasil kedua terbesar, Garut memiliki peluang besar untuk memperkuat branding “Kopi Arabika Garut” sebagai produk unggulan Jawa Barat.
Kolaborasi antara petani, pemerintah, pelaku industri, dan komunitas kopi diharapkan mampu mengangkat citra kopi Garut lebih tinggi lagi di kancah nasional maupun internasional.(*)
