Kelembapan udara relatif tinggi di hampir seluruh wilayah, banyak yang mencapai di atas 90 persen pada malam hari, sehingga udara terasa lembap dan berpotensi membuat kondisi jalan licin jika ada embun atau kabut tipis di pagi hari.
BMKG tidak secara khusus mencantumkan potensi hujan lebat atau badai untuk hari ini di mayoritas kecamatan Garut. Dominasi cuaca berawan tanpa indikasi hujan signifikan memberikan peluang bagi warga untuk melakukan aktivitas harian, termasuk pertanian, perjalanan, dan kegiatan outdoor.
Namun, masyarakat di daerah pegunungan tetap disarankan membawa jaket atau pakaian hangat karena suhu yang cenderung rendah, terutama saat pagi dan malam.
Baca Juga:Kepala BGN Geram: 200-300 Ekor Ikan Dibiarkan di Suhu Ruang, Picu Keracunan Massal di KaroRS Manggarai Tak Memadai, Sejumlah Korban Gempa NTT Terpaksa Dirawat Di Tenda
Bagi petani, kondisi berawan dengan kelembapan tinggi bisa mendukung pertumbuhan tanaman, tetapi tetap perlu memantau perkembangan cuaca karena perubahan bisa terjadi secara lokal.
Pengendara kendaraan, khususnya yang melintasi jalur pegunungan atau menuju kawasan wisata seperti Papandayan atau daerah selatan, diharapkan berhati-hati terhadap kabut atau jarak pandang yang berkurang di pagi hari.
Prakiraan ini berlaku untuk Senin, 24 Agustus 2026, dan dapat berubah seiring perkembangan kondisi atmosfer. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG atau aplikasi terkait agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca yang ada.(*)
