GARUT – Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy (GEMA BSP) menggelar aksi damai di Gedung DPRD Kabupaten Garut untuk menuntut kepastian perbaikan jalan yang menghubungkan tiga kecamatan tersebut.
Massa datang dengan membawa satu tuntutan utama, yakni agar pemerintah segera menangani ruas jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy yang dinilai mengalami kerusakan berat dan telah lama dikeluhkan masyarakat.
Sebelum memasuki Gedung DPRD Garut, ribuan peserta aksi terlebih dahulu menyampaikan orasi di halaman gedung dewan. Setelah itu, hampir seratus perwakilan masyarakat diperbolehkan masuk untuk mengikuti dialog bersama Bupati Garut, pimpinan DPRD, jajaran pemerintah daerah, serta dinas terkait.
Baca Juga:24 Peserta Berebut 10 Besar, Calon Pimpinan BAZNAS Jalani Tes KompetensiMelawan saat Ditangkap, Geng Motor yang Keroyok Lansia di Tarogong Kidul Kakinya Didor
Dalam forum tersebut, perwakilan dari Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy secara bergantian menyampaikan kondisi jalan di wilayah masing-masing.
Perwakilan masyarakat Peundeuy bahkan menyampaikan kekecewaan hingga muncul pernyataan bahwa warga berpotensi menolak membayar pajak apabila jalan di wilayahnya tidak segera mendapatkan penanganan.
Sementara perwakilan dari Kecamatan Singajaya menggambarkan kondisi ruas jalan yang rusak parah dan sulit dilalui kendaraan. Jalan tersebut bahkan disebut warga seperti “jalan Bagong” karena buruknya kondisi akses.
Keluhan serupa disampaikan masyarakat Banjarwangi. Mereka menilai kerusakan jalan sudah berlangsung sangat lama dan menyebut sekitar 11 tahun ruas tersebut tidak mendapatkan penanganan yang dinilai memadai.
Bahkan, dalam penyampaian aspirasi, jalan Banjarwangi disebut sebagai salah satu ruas dengan kondisi terburuk di Kabupaten Garut.
Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan pertemuan dengan masyarakat berlangsung cukup hangat meski diwarnai diskusi yang alot.
“Alhamdulillah hari ini kami bertemu dengan masyarakat perwakilan dari Banjarwangi, Singajaya, dan Pendeuy. Mereka menyampaikan aspirasi terkait yang, sebut saja, tidak baiknya jalan menuju ke sana,” ujar Syakur.
Baca Juga:Kejurda Jadi Ajang Berburu Bibit untuk PON hingga Timnas, Proton FC Ikut MemantauBuka Kejurda Futsal di Garut, Buky Dorong Olahraga-Wisata Jadi Ekosistem Ekonomi
Menurutnya, pemerintah daerah telah membahas sejumlah langkah penanganan, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun rencana pembangunan yang lebih permanen.
Untuk penanganan sementara, pemerintah akan berupaya memperbaiki titik-titik yang dinilai berbahaya agar ruas tersebut lebih layak dilalui dan tidak meningkatkan risiko kecelakaan.
