“Untuk sementara jangka pendek, kami membantu menyelesaikan supaya jalan lebih layak untuk dilewati, atau yang berpotensi menyebabkan kecelakaan dan lain-lain,” katanya.
Selain penanganan sementara, pemerintah juga menyiapkan pembangunan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Syakur menyebut, melalui program tersebut sekitar 6,5 kilometer ruas jalan ditargetkan dapat ditangani secara permanen. Sementara bagian yang belum masuk penanganan IJD akan dilakukan perbaikan sementara melalui penambalan.
Baca Juga:24 Peserta Berebut 10 Besar, Calon Pimpinan BAZNAS Jalani Tes KompetensiMelawan saat Ditangkap, Geng Motor yang Keroyok Lansia di Tarogong Kidul Kakinya Didor
“Di saat bersama kegiatan juga bahwa kegiatan IJD itu bisa terealisasi sepanjang 6 kilometer setengah, sisanya nanti ditambal,” jelasnya.
Pemkab Garut juga merencanakan kelanjutan pembangunan pada 2027. Salah satu targetnya adalah menuntaskan akses jalan hingga wilayah Peundeuy.
“Untuk 2027 kami berencana akan menyelesaikan jalan sampai Pendeuy, nanti akan dilihat skemanya seperti apa,” pungkas Syakur.
Aksi GEMA BSP menjadi bentuk tekanan publik agar persoalan jalan di Garut Selatan tidak kembali berhenti pada tahap perencanaan.
Masyarakat kini menunggu kepastian realisasi pembangunan, baik melalui program IJD maupun skema anggaran lainnya, agar akses Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy benar-benar dapat diperbaiki secara menyeluruh. (ale)
