Jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy Ditarget Tuntas 2027

istimewa
Jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy Ditarget Tuntas 2027
0 Komentar

“Zaman saya itu dibiayai sama kita. Tahun 2015 jalan itu rusak, 2018 rusak sebagian. Tahun 2019 tidak diperbaiki sudah rusak parah, tahun 2020 terjadi Covid. Saya baru memperbaiki tahun 2022 sedikit, itu pun hanya empat kilometer. Sisanya tidak tertangani,” jelasnya.

Selain persoalan anggaran, Rudy mengingatkan bahwa karakteristik wilayah pada ruas tersebut harus menjadi perhatian serius dalam pembangunan.

Menurutnya, kawasan itu pernah mendapat perhatian Kementerian PUPR karena memiliki titik-titik dengan potensi pergerakan tanah dan longsor. Karena itu, pembangunan jalan tidak cukup hanya berorientasi pada pengaspalan atau konstruksi permukaan, tetapi juga harus mempertimbangkan mitigasi kebencanaan.

Baca Juga:Massa dari Gerakan Masyarakat Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy Geruduk Gedung DPRD24 Peserta Berebut 10 Besar, Calon Pimpinan BAZNAS Jalani Tes Kompetensi

Rudy menyebut pada masa pemerintahannya pernah digunakan jalur alternatif melalui Sukamurni menuju Cilawu untuk mengantisipasi kondisi jalan utama.

“Tidak apa-apa, cuma kalau kebencanaannya dibereskan dulu,” katanya.

Dengan adanya komitmen DPRD dan Pemkab Garut serta peluang pembiayaan melalui IJD, penanganan Jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy kini berpotensi dilakukan melalui kombinasi berbagai sumber anggaran.

APBD Perubahan 2026 sebesar Rp2,5 miliar menjadi bagian dari penanganan awal, sementara pembangunan lebih besar akan diarahkan pada tahun anggaran 2027. Pada saat yang sama, pemerintah daerah didorong terus memperjuangkan dukungan pemerintah pusat melalui skema IJD.

Rudy menilai pola gotong royong anggaran tersebut dapat menjadi jalan keluar di tengah keterbatasan fiskal Kabupaten Garut.

“Oh iya, memang begitu, saya mendukung. Karena itu bagus, jalannya 40 sentimeter itu benar. Kalau ada gotong royong, misalnya dari kabupaten tahun depan 2027 berapa kilometer,” ujarnya.

Sementara DPRD Garut memastikan akan mengawal realisasi pembangunan tersebut hingga tuntas. Targetnya, pada November 2027, persoalan kerusakan Jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy yang selama ini dikeluhkan masyarakat sudah dapat diselesaikan. (rza)

0 Komentar