Di tengah tuntutan percepatan perbaikan, mantan Bupati Garut Rudy Gunawan turut menyoroti kondisi Jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy.
Rudy mendukung langkah Bupati Garut Abdusy Syakur Amin yang berupaya memanfaatkan skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) untuk membantu penanganan ruas tersebut.
Menurut Rudy, penyelesaian infrastruktur daerah tidak harus sepenuhnya bergantung pada kemampuan APBD Kabupaten Garut. Pemerintah daerah dapat mengoptimalkan sumber pembiayaan dari pemerintah pusat.
Baca Juga:Massa dari Gerakan Masyarakat Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy Geruduk Gedung DPRD24 Peserta Berebut 10 Besar, Calon Pimpinan BAZNAS Jalani Tes Kompetensi
“Kita ini kan NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Anggaran itu bukan dari kabupaten saja. Sekarang ini zaman Pak Prabowo ada Inpres, Inpres Jalan Daerah atau IJD,” kata Rudy.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan masa pemerintahannya. Saat dirinya menjabat Bupati Garut, menurut Rudy, dukungan yang tersedia lebih banyak melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Kalau sebelumnya DAK, kalau sekarang ada Inpres. Inpres itu lebih leluasa dan dananya juga besar,” ujarnya.
Rudy menilai skema IJD menguntungkan daerah karena memungkinkan pembangunan jalan dengan standar yang lebih kuat. Ia menyebut konstruksi melalui program tersebut dapat mencapai ketebalan sekitar 40 sentimeter.
Karena itu, masyarakat di Banjarwangi, Singajaya dan Peundeuy diminta memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah untuk memperjuangkan anggaran pusat tersebut.
“Langkah yang dilakukan oleh Pak Bupati itu benar-benar teknokratik supaya jalan kuat, 40 sentimeter. Kalau saya menjadi bupati masih begitu, supaya kuat 40 sentimeter,” katanya.
Rudy juga menyebut terdapat anggaran sekitar Rp40 miliar yang diproyeksikan untuk penanganan jalan. Ia berharap dukungan pemerintah pusat tidak berhenti pada tahun ini, melainkan berlanjut pada 2027 sehingga dapat dikombinasikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Baca Juga:Melawan saat Ditangkap, Geng Motor yang Keroyok Lansia di Tarogong Kidul Kakinya DidorKejurda Jadi Ajang Berburu Bibit untuk PON hingga Timnas, Proton FC Ikut Memantau
“Nah, sekarang ini kan sudah pasti ada Rp40 miliar. Nanti tahun depan juga mudah-mudahan ada lagi. Kalau jalan itu digunakan oleh pusat dengan Inpres Jalan Daerah, jalannya kuat,” ungkapnya.
Menurut Rudy, keterbatasan APBD Garut membuat kolaborasi pembiayaan menjadi pilihan yang rasional. Apalagi, kondisi keuangan pemerintah provinsi juga memiliki keterbatasan sehingga dukungan pemerintah pusat melalui IJD menjadi penting.
Ia kemudian mengingat kembali penanganan ruas Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy pada masa pemerintahannya. Kerusakan jalan tersebut, kata Rudy, telah berlangsung cukup lama.
