Meskipun Agustus biasanya masuk musim kemarau, BMKG menjelaskan bahwa Sumatera Barat termasuk wilayah Non-Zona Musim (Non-ZOM), sehingga hujan ekstrem tetap bisa terjadi.
Sirkulasi siklonik di barat daya Sumatra menjadi salah satu pemicu terbentuknya awan hujan masif. Potensi hujan lebat masih tinggi dalam tiga hari ke depan, sehingga ancaman bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir bandang, dan tanah longsor di kawasan rawan tetap perlu diwaspadai.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menyiapkan langkah evakuasi mandiri, mengamankan dokumen penting, serta menghindari aktivitas di kawasan rawan banjir.
Baca Juga:7 HP Terbaik Harga Rp1 Jutaan Agustus 2026: Baterai Jumbo hingga 6.000 mAh dan Layar 120Hz yang Bikin Nyaman SRamalan Shio Hari ini: 4 Shio Ini Dibanjiri Keberuntungan!
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir berulang di Kota Padang, mengingat beberapa wilayah sempat terdampak serupa di akhir 2025.
Tim gabungan terus bekerja keras di lapangan hingga situasi benar-benar aman. Warga diminta tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan memantau informasi resmi dari BPBD serta instansi terkait.(*)
