BPBD Salurkan 60 Ribu Liter Air Bersih Akibat Kekeringan Semakin Meluas

BPBD Garut Saat Penyaluran Air Bersih. (Istimewa)
BPBD Garut Saat Penyaluran Air Bersih. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, menyampaikan terkait perkembangan dampak kekeringan di Kabupaten Garut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefullah, mengatakan bahwa untuk penanganan nya saat ini tengah bertahap menyuplai air bersih, jika ada yang kekurangan air akan dikirim langsung oleh PDAM Garut.

“Kita menggunakan air dari PDAM, dan PDAM masih bersedia untuk tidak belum kita bayar, tapi dengan menggunakan CSR nya untuk kebencanaan,” ujarnya.

Baca Juga:Kasus Kebakaran di Garut Capai 227 Kejadian, Bulan Juli Paling ParahKebakaran Lahan di Gunung Guntur Sulit Dipadamkan, BPBD Garut Terkendala Alat dan Medan

Ia mengatakan, hingga kini yang sudah tersalurkan air bersih sekitar 60 ribu liter air, dikarenakan sudah menyuplai 12 lokasi.

“Karena beberapa lokasi sudah 12 lokasi, ada yang ini mungkin bertambah, karena kemarin juga Sabtu Minggu ngirim juga air ke Pasirwangi,” katanya.

Aah menyebutkan, bahwa untuk suplai air bersih untuk mengatasi kekeringan ini keseluruhan full dari PDAM, tidak menggunakan dari pihak lain, dikhawatirkan tidak higienis.

Selain itu, dampak kekeringan di Garut hingga saat ini tersebar di beberapa titik lokasi, dari mulai Cigedug, Pasirwangi, Tarogong, hingga Sucinaraja.

“Yang kemarin ada persebaran ya, kemarin ada Sucinaraja, ada Cigedug, ada Pasirwangi, kemarin malah di Tarogong kemarin dikirim juga ke Sirnagalih,” ucapnya.

Menurut dia, kekeringan di Garut hingga saat ini belum terlalu parah masih terkoordinasi, dan masih aman untuk kehidupan masyarakat.

“Intinya masih tetap terkoordinasi ya, belum masif, intinya masyarakat masih bisa belum terlalu jauh terganggu kehidupan-kehidupannya. Jadi kita belum menaikkan status, karena kita sudah siaga kan,” katanya.

Baca Juga:Pantai Selatan Garut Dongkrak PAD Tinggi, Lampaui Target Hingga 162 PersenSistem Absensi ASN Dinilai Belum Efektif, Bupati Minta Segera Diperbaiki

Selain itu, BPBD Garut juga belum mendapatkan laporan terkait sumur bor atau sumber air yang mengalami kekeringan.

“Belum ada permintaan untuk pembuatan sumber bor karena mengantisipasi kekeringan ini,” ucap Aah.

Aah menambahkan, untuk mengatasi kekeringan ini tidak hanya menyuplai air saja, tergantung situasi di masyarakat, dan memang hingga kondisi saat ini belum ada penanganan fisik.

“Kita masih tergantung situasi di masyarakat, tapi dalam kondisi saat ini sampai saat ini kita belum bisa mitigasi struktural, itu kan namanya mitigasi struktural. Kita masih suplai air bersih, jadi belum ke arah penanganan fisiknya,” tutupnya. (rza)

0 Komentar