GARUT — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muhammad Harun Al Rasyid, bersama jajaran melakukan kunjungan kerja ke Mako Kompi 1 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, Rabu (9/9/2026).
Kunjungan tersebut diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi pengamanan antara Rutan Garut dengan jajaran Brimob, terutama dalam menghadapi situasi yang membutuhkan kesiapan serta respons cepat dan terukur.
Baca Juga:Aktivis KAHMI Hendriyanto Attan Terima Gelar Kehormatan dari Karaton Surakarta HadiningratTeh Lola Berbakti Rutin Borong Jajanan UMKM, Produk Dibagikan Gratis kepada Warga
Harun mengatakan, sinergi dengan Brimob menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat sistem pengamanan Rutan Garut.
“Keamanan Rutan tentu tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan internal. Kami membutuhkan koordinasi dan sinergi yang kuat dengan aparat penegak hukum, salah satunya jajaran Brimob, sehingga apabila terdapat situasi yang membutuhkan penanganan bersama, komunikasi dan koordinasinya sudah terbangun dengan baik,” ujar Harun.
Menurutnya, koordinasi sejak dini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
“Kami ingin lebih mengedepankan langkah pencegahan. Jangan menunggu ada persoalan baru kemudian berkoordinasi. Karena itu, komunikasi dan kesiapsiagaan bersama harus terus dibangun sejak awal,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan koordinasi juga diperlukan agar setiap langkah penanganan keamanan dapat dilakukan secara terukur, profesional dan sesuai dengan prosedur.
“Harapannya tentu ketika dibutuhkan respons cepat, seluruh unsur sudah memahami pola koordinasinya. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan secara tepat, terukur dan tetap mengedepankan profesionalitas,” ungkapnya.
Di bawah kepemimpinan Muhammad Harun Al Rasyid, Rutan Garut terus memperluas jejaring kerja sama dengan aparat penegak hukum maupun stakeholder terkait.
Baca Juga:Rutan Garut Tegaskan Zero Pungli, Warga Binaan Diminta Laporkan Jika Ada Permintaan UangKRYD Akhir Pekan, Polres Garut Sita Ratusan Botol Miras dan Puluhan Knalpot Brong
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengamanan yang lebih responsif sekaligus menjaga stabilitas di dalam Rutan.
Harun menilai kondisi keamanan yang kondusif menjadi salah satu faktor penting agar pelayanan dan program pembinaan terhadap warga binaan dapat berjalan optimal.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan Rutan Garut yang aman dan kondusif. Ketika situasi keamanan terjaga, pelayanan maupun pembinaan kepada warga binaan juga bisa berjalan dengan lebih baik,” pungkasnya. (*)
