BPBD Garut Distribusikan 369 Ribu Liter Air Bersih, Layani Lebih dari 15 Ribu Warga

Aah Anwar Saefulloh, Kalak BPBD Garut
Aah Anwar Saefulloh, Kalak BPBD Garut
0 Komentar

GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mencatat telah menyalurkan sebanyak 369.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekurangan air selama periode 31 Mei hingga 6 September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefullah, mengatakan pendistribusian air bersih dilakukan ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Menurut Aah, hingga 6 September 2026 penyaluran air bersih tercatat menjangkau sekitar 13 kecamatan dan sejumlah desa maupun kelurahan.

Baca Juga:Peserta dari Luar Garut Keluhkan PJU di SOR RAA Adiwijaya Banyak yang PadamKorsleting Listrik Picu Hanguskan Rumah di Cilawu Garut, Kerugian Tembus Rp150 Juta

“Kecamatan Banyuresmi sebanyak 5.000 liter, di Tarogong Kaler di desa Sirnajaya 10.000 liter, Tarogong Kidul di kelurahan Sukajaya 10.000 liter, Pasirwangi di Desa Karyamekar 10.000 liter dan desa Padamukti 5.000 liter, Sukaresmi di desa Cintadamai 5.000 liter dan desa Sukajaya 5.000 liter, Bayongbong di desa Panembong 15.000 liter, Kadungora di desa Karangtengah 5.000 liter, Cigedug di desa Cintanagara 69.000 liter, Cilawu di desa Mekarmukti 5.000 liter dan desa Karyamekar 15.000 liter, Garut kota di kelurahan Cimuncang 15.000 liter dan keluhuran Sukanegla 5.000 liter, Karangpawitan di Desa Sindangpalay 5.000 liter dan desa Godog 5.000 liter, Sucinaraja di desa Linggamanik 25.000 liter, Cibatu di desa Kertajaya 5.000 liter dan desa Mekarsari 7.500 liter dan desa Sindangsuka 2.500 liter,” ujarnya.

Dalam proses penyaluran tersebut, BPBD mencatat sebanyak 76 tangki truk air telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Jumlah warga yang telah menerima pelayanan air bersih mencapai 15.094 jiwa atau sebanyak 5.551 kepala keluarga.

“Untuk jumlah KK sebanyak 5.551 yang terlayani, dengan total jiwa sebanyak 15.094 jiwa terlayani,” ungkapnya.

Aah menjelaskan, penanganan kekurangan air bersih tidak dilakukan BPBD seorang diri. Distribusi dilaksanakan melalui kolaborasi lintas instansi dan lembaga.

“Ya tentu ini juga tidak dilakukan oleh BPBD sendiri, hasil kolaborasi antar instansi, seperti BPBD, Disdamkarmat, Dinas sosial, PDAM hingga Baznas, dan unsur relawan gesit,” pungkasnya.

BPBD Garut memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak, terutama selama kondisi sumber air belum kembali normal. (*)

0 Komentar