GARUT – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Jujun Juansyah, mendorong para pegiat dan pemerhati lingkungan untuk terus menggelar aksi bersih-bersih secara rutin.
Menurutnya, kegiatan tersebut minimal dilaksanakan satu kali dalam sebulan. Namun, jika memungkinkan, aksi kebersihan diharapkan dapat dilakukan setiap dua pekan dengan lokasi yang berpindah-pindah sesuai kebutuhan.
“Kegiatan tidak harus selalu di Kerkof, tetapi bisa dilakukan secara bergilir di lokasi lain yang membutuhkan penanganan, seperti Jalan Ibrahim Adjie maupun taman-taman kota lainnya,” ujar Jujun.
Baca Juga:Pemkab Garut Usulkan Delapan Ruas Jalan ke Pemerintah Pusat untuk DiperbaikiDisdik Garut Akui Kualitas Pendidikan Belum Optimal, 400 Sekolah Tanpa Kepala Definitif
Ia mengatakan, DLH bersama Yayasan Nirmala dan sejumlah pemerhati lingkungan telah menyepakati pelaksanaan gerakan bertajuk Merdeka Sampah.
Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi agenda rutin untuk menjaga kebersihan kawasan perkotaan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Kami berharap gerakan Merdeka Sampah bisa dilaksanakan dua minggu sekali, tidak hanya sebulan sekali, sehingga kondisi lingkungan tetap bersih dan terjaga,” ungkapnya.
Jujun menilai, upaya menjaga kebersihan tidak cukup hanya dilakukan di kawasan perkotaan. Gerakan serupa juga perlu diperkuat hingga tingkat desa dengan melibatkan pemerintah desa, pengurus RT dan RW, serta masyarakat.
Ia menyinggung Surat Edaran Bupati Garut mengenai pelaksanaan Kamis Bersih atau Jumat Bersih yang dinilai perlu dijalankan secara konsisten di setiap wilayah.
Menurutnya, apabila kebijakan tersebut diterapkan dengan baik dan dilakukan secara gotong royong, persoalan sampah di Kabupaten Garut dapat ditekan secara bertahap.
“Kalau gerakan seperti yang telah diatur dalam surat edaran bupati benar-benar dijalankan di setiap desa, saya yakin Garut akan semakin bersih,” katanya.
Baca Juga:Revitalisasi PKL Area Kantor Bupati, Dishub Garut Siapkan Penataan ParkirDinkes Gencarkan Deteksi Dini, Temuan Kasus TBC di Garut Capai 12 Ribu
Ia menegaskan, keberhasilan gerakan kebersihan sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah, pemerintah desa, RT, RW, komunitas lingkungan, dan warga harus memiliki komitmen yang sama.
“Tinggal bagaimana warga, pemerintah desa, RT, dan RW bergerak bersama. Ini menjadi pekerjaan rumah kami agar kegiatan bersih-bersih benar-benar menjadi rutinitas,” pungkasnya. (*)
