GARUT – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut terus mematangkan persiapan Garut International Kite Festival (GIKF) 2026 atau Festival Layang-Layang Internasional Garut.
Festival tersebut dijadwalkan berlangsung di Agrowisata Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga, mengatakan Pemerintah Kabupaten Garut bersama panitia masih menunggu proses perizinan dari Mabes Polri. Perizinan tersebut diperlukan karena festival akan dihadiri sejumlah peserta dari mancanegara.
Baca Juga:Jalan Lingkungan Perum BCI Garut Diperbaiki dengan Aspal Hotmix, Warga SumringahPeluang Persigar ke Liga 3 Nusantara Terbuka, Askab PSSI Garut Tunggu Keputusan Kongres
Menurut Beni, peserta dari luar daerah dan mancanegara direncanakan menginap di Hotel Mercure. Penyediaan akomodasi dilakukan melalui kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
“Hotel sudah disiapkan melalui kerja sama dengan PHRI. Rencananya, para pelayang akan menginap di Hotel Mercure,” ujar Beni.
GIKF 2026 diperkirakan diikuti sekitar 30 hingga 50 peserta. Sebanyak 23 sampai 30 peserta di antaranya berasal dari 13 negara, sedangkan peserta dari Indonesia diperkirakan berjumlah 15 orang yang mewakili tujuh provinsi.
“Peserta dari luar negeri sekitar 23 sampai 30 orang dari 13 negara. Sementara dari Indonesia sekitar 15 orang yang berasal dari tujuh provinsi,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, panitia menyiapkan tiga lokasi alternatif sebagai area parkir. Ketersediaan lahan parkir menjadi salah satu perhatian karena festival diperkirakan menarik banyak pengunjung.
Lokasi parkir pertama berada di Alun-Alun Cisurupan. Lokasi kedua berupa lahan seluas lebih dari setengah hektare yang telah disewa panitia di bawah area festival. Sementara lokasi ketiga merupakan lahan milik desa di kawasan Gunung Jaya.
“Ada tiga lokasi alternatif untuk area parkir, yaitu Alun-Alun Cisurupan, lahan yang disewa panitia di bawah area festival, dan lahan milik desa di Gunung Jaya,” jelas Beni.
Baca Juga:Fagar Garut Dorong PPPK Paruh Waktu Diangkat Penuh Waktu setelah Kontrak BerakhirKunjungan ke Candi Cangkuang Masih Sepi, Disparbud Garut Siapkan Sejumlah Langkah
Hingga saat ini, sekitar 1.200 tiket telah terjual. Disparbud berharap jumlah tersebut terus bertambah menjelang pelaksanaan festival.
“Penjualan tiket masih terus berjalan. Berdasarkan informasi terakhir dari panitia, sekitar 1.200 tiket sudah terjual,” katanya.
Selain pertunjukan layang-layang, festival tersebut akan menghadirkan 165 stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebanyak 50 stan diprioritaskan bagi pelaku UMKM lokal Garut, sedangkan 115 stan lainnya ditawarkan kepada sejumlah vendor, baik dari dalam maupun luar daerah.
