GARUT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut terus melakukan penataan sejumlah taman kota agar terlihat lebih bersih dan tertata.
Penataan tersebut antara lain dilakukan di kawasan Jalan Terusan Pahlawan, tepatnya di pertigaan dekat Kantor DPRD Kabupaten Garut, serta di pertigaan Jalan Patriot.
Kepala DLH Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, mengatakan penataan kawasan dekat Kantor DPRD telah selesai. Menurutnya, badan jalan di lokasi tersebut merupakan aset Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut.
Baca Juga:Jalan Lingkungan Perum BCI Garut Diperbaiki dengan Aspal Hotmix, Warga SumringahPeluang Persigar ke Liga 3 Nusantara Terbuka, Askab PSSI Garut Tunggu Keputusan Kongres
“Kalau aset milik DLH hanya paving block dan tulisan ‘Patriot’. Semuanya sudah diamankan dan proses penghapusannya juga sudah selesai,” ujar Jujun,.
Jujun menjelaskan, area bekas taman di pertigaan dekat Kantor DPRD sengaja dikosongkan untuk memperluas ruang jalan. Kebijakan itu diambil karena kawasan tersebut kerap mengalami kemacetan.
“Lokasinya memang dibuat kosong dan tidak akan dibangun taman lagi. Tujuannya untuk memperluas jalan karena di sana sering macet,” katanya.
Perlu Kajian Lebih Lanjut
Sementara itu, rencana penataan taman di pertigaan Jalan Patriot belum dapat dilaksanakan karena mengalami perubahan. Proyek yang sebelumnya direncanakan selesai pada 2026 dengan anggaran lebih dari Rp50 juta tersebut kemungkinan baru dilaksanakan pada 2027.
“Untuk yang di Jalan Patriot belum dilaksanakan karena kemarin ada perubahan rencana. Kemungkinan pelaksanaannya pada 2027,” ucapnya.
DLH sebelumnya mewacanakan pembangunan patung pahlawan di taman tersebut. Namun, rencana itu masih memerlukan kajian dan pertimbangan lebih lanjut.
Menurut Jujun, penentuan bentuk patung harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Baca Juga:Fagar Garut Dorong PPPK Paruh Waktu Diangkat Penuh Waktu setelah Kontrak BerakhirKunjungan ke Candi Cangkuang Masih Sepi, Disparbud Garut Siapkan Sejumlah Langkah
“Itu baru sebatas wacana. Kami masih mempertimbangkan patung seperti apa yang akan dibangun karena khawatir menimbulkan polemik,” ujarnya.
Terkendala Keberadaan Tiang Listrik
Selain persoalan desain, penataan taman juga terkendala keberadaan tiang listrik di lokasi tersebut. DLH harus berkoordinasi dengan PLN mengenai kebutuhan lahan untuk penempatan tiang.
“Di sana ada kendala tiang listrik. Kami sudah berkoordinasi dengan PLN, tetapi mereka membutuhkan lahan untuk penempatan tiang tersebut. Hal ini masih menjadi bahan pertimbangan kami,” tuturnya. (*)
