RADARGARUT– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus menjadi sorotan publik.
Baru-baru ini, Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, mengusulkan perubahan signifikan dalam penyaluran program ini ke sekolah-sekolah. Menurutnya, distribusi MBG tidak perlu dilakukan setiap hari, melainkan cukup tiga kali dalam seminggu.
Usulan ini disampaikan Kahfi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan koalisi MBG Watch di Komisi IX DPR. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas dan nilai gizi setiap porsi makanan agar lebih menarik bagi siswa dan mengurangi pemborosan yang selama ini kerap terjadi.
Baca Juga:7 Amalan Sunnah Malam Jumat yang Paling Dianjurkan, Pahalanya Berlipat GandaUpdate WhatsApp Business 2026: Fitur Terbaru yang Bikin Bisnis Lebih Mudah & Efisien
“Apakah memang volume atau intensitas makan bergizi ini harus disajikan setiap hari dengan porsi Rp 10.000? Atau kita tingkatkan porsinya menjadi Rp 20.000, tetapi cukup tiga hari, mungkin lebih diminati siswa,” ujar Kahfi, seperti dikutip dari siaran Youtube TVR Parlemen pada Kamis, 16 Juli 2026.
Mengatasi Masalah Pemborosan dan Selera Siswa
Selama implementasi awal program MBG, banyak laporan menyebutkan bahwa siswa sering tidak menghabiskan makanan yang disediakan.
Kahfi menilai hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk siswa yang belum terbiasa dengan jenis makanan bernilai Rp 10.000 per porsi serta kualitas menu yang belum sepenuhnya sesuai selera anak-anak.
Dengan mengurangi frekuensi distribusi menjadi tiga kali seminggu, pemerintah dan penyelenggara diharapkan dapat fokus pada peningkatan kualitas bahan baku, variasi menu, serta nilai gizi yang lebih optimal.
Pendekatan ini juga berpotensi membuat siswa lebih antusias saat hari distribusi tiba, sehingga makanan lebih habis dikonsumsi dan dampak nutrisi terhadap pertumbuhan anak semakin terasa.
Evaluasi Target Penerima dan Tata Kelola
Tak berhenti di situ, Kahfi juga mendorong adanya evaluasi mendalam terhadap target penerima manfaat program MBG. Dengan banyaknya kritik yang muncul, ia menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan agar program tetap berjalan efektif.
“Dengan begitu banyak kritik kepada BGN dengan program MBG ini, saya menganggap program ini tetap kita perlu lanjutkan dengan berbagai macam evaluasi dan perbaikan,” tegas politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
