GARUT – Sejumlah orang tua siswa SDN Mekarsari 1, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, mempertanyakan tidak adanya pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru.
Salah seorang orang tua siswa, Enung, mengaku mendapat informasi dari guru bahwa makanan dari program MBG tidak akan dibagikan selama pelaksanaan MPLS yang berlangsung selama satu pekan.
“Apakah ini memang kebijakan dari BGN atau hanya kebijakan dapur MBG?” ujar Enung.
Baca Juga:Jalan Lingkungan Perum BCI Garut Diperbaiki dengan Aspal Hotmix, Warga SumringahPeluang Persigar ke Liga 3 Nusantara Terbuka, Askab PSSI Garut Tunggu Keputusan Kongres
Menurutnya, penghentian sementara pembagian MBG menimbulkan pertanyaan karena MPLS hanya diikuti siswa kelas satu. Sementara itu, siswa di kelas lainnya tetap mengikuti kegiatan belajar di sekolah seperti biasa.
Enung mengatakan anaknya, yang kini duduk di kelas dua, tetap mengikuti kegiatan sekolah secara normal selama MPLS berlangsung. Karena itu, ia mempertanyakan alasan MBG tidak disalurkan kepada para siswa pada periode tersebut.
Program MBG Dinilai Memberi Manfaat
Ia menilai program MBG selama ini memberikan manfaat besar bagi siswa dan orang tua.
“MBG sangat membantu. Bagi kami, program ini harus dilanjutkan dan jangan dihentikan,” katanya.
Selain berharap program tersebut terus berlanjut, Enung meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, terutama berkaitan dengan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
“Kami berharap makanan MBG tidak disajikan asal-asalan. Karena ini program yang sangat baik, pelaksanaannya juga harus dilakukan dengan baik,” ujarnya.
Enung menilai MBG merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik. Oleh karena itu, ia berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dengan tetap mengutamakan kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. (*)
