RADARGARUT– Masyarakat Garut dan sekitarnya diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh video yang beredar luas di media sosial.
Video yang diklaim menunjukkan harimau turun ke pemukiman warga dan menyerang penduduk di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah dikonfirmasi sebagai hoaks oleh tim Garut Saber Hoaks.
Menurut keterangan resmi yang dirilis Garut Saber Hoaks, video tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kejadian di Gunung Papandayan.
Baca Juga:Pemkab Garut Ajak Masyarakat Nobar Semifinal FIFA World Cup 2026 Prancis vs SpanyolHarga Emas Pegadaian Hari Ini Turun Serentak: Peluang Emas Murah atau Sinyal Pasar yang Harus Diwaspadai?
Fakta sebenarnya, video yang beredar merupakan rekaman peristiwa ledakan peluru mortir 81 milimeter yang menewaskan tiga warga Kampung Ciparang, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu, 9 Juli 2026.
“Setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar (hoaks). Faktanya video yang beredar tersebut bukan merupakan video serangan maung di Gunung Papandayan melainkan video tiga warga Kampung Ciparang Kec. Cipatat, KBB tewas akibat ledakan peluru mortir 81 Komando yang terjadi pada Rabu 9 Juli 2026, tulis Garut Saber Hoaks.
Imbauan kepada Masyarakat
Tim anti-hoaks daerah ini menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkan konten.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya pada unggahan yang belum memiliki sumber resmi atau belum diverifikasi. Apabila menemukan informasi mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang atau melalui kanal resmi Garut Saber Hoaks.
Hoaks semacam ini sering muncul memanfaatkan isu-isu yang sensitif seperti serangan satwa liar, yang dapat memicu kepanikan massal di kalangan warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan gunung.
Gunung Papandayan sendiri memang dikenal sebagai habitat berbagai satwa liar, namun hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai harimau yang turun menyerang pemukiman warga.
Bahaya Penyebaran Hoaks
Penyebaran informasi bohong dapat menimbulkan keresahan sosial, bahkan berpotensi melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Baca Juga:Sekolah Dasar di Jakarta Terima Teror Ancaman Bom, Polda Amankan dan Usut Motif PelakuTarif Listrik PLN Juli 2026 Tetap Stabil: Angin Segar Bagi Keluarga dan Pelaku Usaha!
Garut Saber Hoaks terus aktif memantau dan mengklarifikasi berbagai isu yang beredar di media sosial untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Masyarakat diimbau selalu mengandalkan sumber informasi resmi seperti situs pemerintah daerah, kepolisian, atau akun resmi Garut Saber Hoaks dalam menerima kabar terkait kejadian di wilayah setempat.
