Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu, 10 Penumpang Pikap Rombongan Pengantin Tewas

insiden kecelakaan yang pernah terjadi di Jalur Garut bandung tepatnya di jalan tutugan leles
ilustrasi kecelakaan
0 Komentar

INDRAMAYU – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, Minggu (12/7/2026). Insiden yang melibatkan tiga kendaraan di wilayah Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, itu menewaskan 10 orang dan menyebabkan delapan korban lainnya luka-luka.

Seluruh korban diketahui merupakan penumpang mobil pikap Daihatsu Gran Max bernomor polisi E 8559 RB. Kendaraan tersebut mengangkut rombongan pengantar pengantin yang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.

Dikutip dari disway, kecelakaan bermula saat mobil pikap tersebut diduga berhenti mendadak di lajur kanan jalan. Pada saat bersamaan, truk wing box yang melaju dari arah yang sama tidak sempat menghindar dan menabrak bagian belakang pikap.

Baca Juga:Bupati Garut Temui Menteri LH, Janji Mulai Sentuh Isu Lingkungan dalam PembangunanSatresnarkoba Polres Garut Amankan Dua Terduga Pengedar Psikotropika

Benturan keras membuat pikap terdorong hingga masuk ke jalur berlawanan. Di saat bersamaan, kendaraan lain melintas dari arah berlawanan sehingga tabrakan kembali terjadi. Setelah itu, sebuah truk los bak yang berada di jalur tersebut turut terlibat dalam kecelakaan beruntun.

Akibat kerasnya benturan, mobil pikap mengalami kerusakan parah. Banyak penumpang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarief kepada wartawan menyebut total korban meninggal dunia mencapai 10 orang. Tiga korban meninggal di lokasi kejadian, sementara tujuh lainnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Selain korban meninggal dunia, dua orang dilaporkan mengalami luka berat dan enam lainnya luka ringan. Para korban luka mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Adapun korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut yakni Mohamad Iqbal bin Tarkadi (12), warga Desa Kiajaran Kulon; Sawen (40), warga Desa Cempeh; Ayu Wulandari (32), warga Desa Cempeh; Karsinih (60), warga Desa Cempeh; Sinta (32), warga Desa Jatisura; Sanerah (46), warga Desa Cempeh; Riyan Toni (6), warga Desa Kiajaran Kulon; Idah (39), warga Desa Cempeh; Yunah (49), warga Desa Cempeh; serta Atsal Albara (3), warga Desa Cempeh.

Sementara korban luka berat masing-masing Warkidi (45), warga Desa Cempeh, dan Tamara (22), warga Desa Kiajaran Kulon.

Enam korban luka ringan yakni Olivia (4), Bayu Kelana (8), Wandi (29), Saba (11), Jesika (2), dan Salma Yanti (4). Mereka mayoritas merupakan warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.

0 Komentar