Longsor Terjang Tanjungjaya Banjarwangi, Satu Rumah Dihuni Dua KK Terdampak

istimewa
Longsor Terjang Tanjungjaya Banjarwangi, Satu Rumah Dihuni Dua KK Terdampak
0 Komentar

GARUT – Tanah longsor terjadi di Kampung Negla, RT 05 RW 02, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jumat (10/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.20 WIB.

Kapolsek Banjarwangi, Ipda Ipar Suparlan mengatakan bahwa Bhabinkamtibmas Polsek Banjarwangi bersama aparatur desa dan unsur kewilayahan langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kejadian.

“Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus melihat tingkat kerusakan akibat longsor,” katanya saat dihubungi, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga:Larung Saji Rancabuaya 2026 Berjalan Kondusif, Polres Garut Terjunkan Pengamanan GabunganRutan Garut Perkuat Fungsi Pengamanan, Karutan Tekankan Integritas Petugas

Ia menjelaskan bahwa Bhabinkamtibmas Desa Tanjungjaya turun ke lokasi bersama Punduh Desa dan Ketua RT setempat. “Dari hasil pendataan awal, material longsor diperkirakan memiliki panjang sekitar 25 meter dengan tinggi kurang lebih 10 meter,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, disebut Ipar, satu unit rumah terdampak. Rumah itu dihuni dua kepala keluarga, yakni keluarga Aah yang terdiri dari satu jiwa dan keluarga Dedi Perdiansyah yang terdiri dari tujuh jiwa.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, warga yang tinggal di area rawan diminta tetap waspada karena potensi longsor susulan masih perlu diantisipasi,” sebutnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah penanganan awal di lokasi kejadian. Polisi juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk memastikan keamanan warga serta menentukan langkah lanjutan.

“Selain melakukan pengecekan, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun. Warga yang rumahnya terdampak atau berada di sekitar titik rawan longsor juga diminta melakukan relokasi sementara demi keselamatan,” katanya.

Menurut Ipar, langkah relokasi sementara dinilai penting untuk mencegah risiko lebih besar apabila terjadi pergerakan tanah susulan. “Petugas meminta warga tidak memaksakan diri bertahan di lokasi yang berpotensi membahayakan,” ucapnya.

Polsek Banjarwangi, diakui Ipar, akan terus berkoordinasi dengan Forkopimcam Banjarwangi dan dinas terkait dalam penanganan warga terdampak. Koordinasi tersebut dilakukan agar kebutuhan warga dapat segera terdata dan langkah penanganan bisa dilakukan secara tepat.

Baca Juga:Razia Rasa Tausiah di Singaparna, Pelanggar Ringan Diajak Merenung soal KeselamatanKemenag Bakal Tertibkan Pesantren Ilegal, Menag: Santri Harus Dilindungi

“Kehadiran personel kepolisian di lokasi bencana menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat akibat bencana alam,” pungkasnya. (*)

0 Komentar