GARUT – Ditengah kondisi perekonomian sebagian masyarakat Kabupaten Garut yang sulit, harga bahan pokok naik sehingga sulitnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Namun, disisi lain muncul secercah harapan hadir dari sekelompok pemuda yang turun untuk berbagi antar sesama, aksi Jumat berkah ini digelar di Jalan Jendral Sudirman.
Aldi, pemuda asal Kecamatan Tarogong Kidul, mengatakan bahwa aksi Jumat berkah ini sebagai bentuk kepedulian antar sesama ditengah tantangan perekonomian masyarakat Garut saat ini.
Baca Juga:Wisatawan Keluhkan Toilet dan Duduk Harus Bayar di Situ Bagendit, Disparbud Garut Panggil UPT untuk EvaluasiDishub Garut Kejar Target PAD Parkir Rp1,3 Miliar, Capaian Baru 37 Persen
Ia menyampaikan, aksi Jumat berkah ini memang inisiatif sendiri, berbarengan juga dengan hari akhir di bulan Muharram.
“Kebetulan ada rezeki lebih, jadi saya berinisiatif buat berbagi jumat berkah, kebetulan juga sekarang hari jumat terakhir di bulan muharram salah satu bulan yang agung,” ujarnya saat diwawancarai dilokasi, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Aldi, kondisi perekonomian di Garut saat ini penuh tantangan, terlihat bahan pokok serba naik, dan hal tersebut yang menjadi dasar inisiatif pada Jumat berkah ini.
“Saya juga berfikir kalau in this economy Garut sekarang kan semua nya serba naik, jadi gaada salahnya kita berbagi antar sesama, selagi ada rezeki dan mampu ya teruslah berbuat baik,” ucapnya.
Hal senada disampaikan oleh rekannya, Fadli, mengatakan Jumat berkah bukan sekedar berbagi, namun ada hak rezeki orang lain yang harus diberi.
“Jumat berkah bukan cuma soal berbagi, tapi juga tentang saling peduli dan mengingat kalau setiap rezeki yang Allah kasih ada hak orang lain di dalamnya,” kata Fadli.
Fadli menambahkan, Jumat berkah kali ini bisa menjadi ladah pahala untuk semuanya, dan sedikit penyemangat untuk masyarakat Garut agar terus berjuang.
Baca Juga:Soal Peluang AHY di Pilpres, Anton: Kalau Tidak Presiden, Jadi Wakil PresidenAtlet Atletik Garut Lolos BK tapi Tak Masuk Daftar Porprov, Orang Tua Minta Transparansi
“Di tengah kondisi ekonomi sebagian masyarakat Garut yang masih belum mudah, semoga sedikit yang kita bagikan bisa jadi penyemangat, membawa senyum, dan jadi ladang pahala buat kita semua,” tutupnya. (*)
