Izin Festival Layang-Layang Internasional di Garut Masih Belum Selesai

istimewa
ilustrasi
0 Komentar

“jadi yang kita pikirkan itu tempat layang-layang dengan luas lahan, takutnya tidak muat. Karena musium layang-layang saja bisa bawa 40 layang-layang, jadi tempatnya masih terbatas,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Festival Layang-Layang Internasional ini merupakan yang pertama kali digelar di Garut. Karena itu, pemerintah daerah masih terus melakukan penyesuaian dan mematangkan berbagai kebutuhan teknis di lapangan.

“Karena tahun pertama, jadi kita masih banyak belajar, harus banyak persiapan dan apa yang harus dilakukan dan ternyata masalahnya ada pada luas lahan,” jelasnya.

Baca Juga:Pelarian Pembobol ATM di Tasik Berakhir di Garut, Satu Orang Sempat Lompat ke SungaiDukung Pendidikan Keluarga Prasejahtera, PNM Garut Beri Beasiswa untuk 33 Pelajar

Beni menambahkan, lokasi Tepas Papandayan memiliki karakter berbeda dengan sejumlah festival layang-layang di daerah lain, seperti Bali, yang umumnya digelar di kawasan pantai dengan ruang terbuka lebih luas. Sementara di Garut, festival akan berlangsung di kawasan perbukitan sehingga membutuhkan pengaturan khusus.

“Kalau di Bali rata-rata dipinggir pantai jadi tempatnya luas, kalau di kitakan di perbukitan jadi tempatnya aga terbatas,” pungkasnya. (*)

0 Komentar