Rian meminta Pemkab Garut menggunakan data perekonomian daerah untuk menunjukkan pengaruh program MBG. Aliansi mengklaim terdapat pertumbuhan ekonomi sekitar lima persen sejak program tersebut berjalan.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa memberikan pembelaan berdasarkan data. Kami mendengar ada pertumbuhan ekonomi yang signifikan ketika program MBG berjalan. Bahkan kebutuhan hasil pertanian dan peternakan di Garut juga meningkat sebagaimana pernah disampaikan perangkat daerah,” sebut Rian.
Meski beredar informasi operasional MBG akan kembali berjalan pada pertengahan Juli, para relawan mengaku masih menunggu keputusan resmi dari BGN.
Baca Juga:Karutan Garut Beri Penguatan kepada Warga Binaan, Tekankan Disiplin dan Perubahan DiriKemarau, Warga Cibunar Manfaatkan Air Selokan untuk Mencuci
Aliansi juga menyoroti isu penutupan dan penggabungan sejumlah dapur serta moratorium pembangunan fasilitas baru. Kebijakan tersebut dikhawatirkan merugikan pihak yang telah mengeluarkan biaya untuk membangun dapur berdasarkan arahan sebelumnya.
“Yang kami tuntut adalah kepastian. Banyak pihak sudah membangun dapur karena mengikuti kebijakan dari BGN. Ketika kemudian pembangunan dihentikan secara sepihak, tentu kami mempertanyakan bagaimana nasib mereka yang sudah mengeluarkan biaya dan mengikuti arahan tersebut,” tegas Rian.
Aliansi Relawan MBG Garut berharap evaluasi di lingkungan BGN tetap dilakukan tanpa menghentikan program secara keseluruhan. Mereka meminta pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap tenaga kerja dan kegiatan ekonomi di daerah.
“Dengan begitu, evaluasi di tingkat pusat tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlangsungan program maupun masyarakat yang bergantung pada MBG,” pungkasnya. (*)
