RADARGARUT– Pasar logam mulia kembali bergeliat di awal pekan. Pada Minggu, 5 Juli 2026, harga emas Antam yang dipantau melalui situs resmi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk mengalami kenaikan signifikan.
Harga emas batangan 1 gram naik menjadi Rp2.670.000 per gram, setelah sebelumnya berada di level Rp2.651.000 per gram. Kenaikan sebesar Rp19.000 ini menandakan tren positif yang terus berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Meski harga jual naik, harga beli kembali (buyback) emas Antam masih bertahan stagnan di angka Rp2.429.000 per gram. Hal ini menjadi perhatian bagi investor yang ingin mencairkan aset emas mereka dalam waktu dekat.
Baca Juga:Diduga Akibat Kebocoran Gas Jelang Resepsi Pernikahan, Api Sambar Aula Desa Sukamanah MalangbongMenhaj Akan Naikkan Biaya Haji Mulai Tahun 2027
PT Antam selalu menegaskan bahwa harga emas batangan dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung dinamika pasar internasional dan permintaan domestik.
Daftar Harga Emas Antam Terbaru (per 5 Juli 2026)
Berikut rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai pecahan yang tercatat di laman resmi Logam Mulia:0,5 gram: Rp1.385.5001 gram: Rp2.670.0002 gram: Rp5.280.0003 gram: Rp7.895.0005 gram: Rp13.125.00010 gram: Rp26.195.00025 gram: Rp65.362.00050 gram: Rp130.645.000100 gram: Rp261.212.000250 gram: Rp652.765.000500 gram: Rp1.305.320.0001.000 gram (1 kg): Rp2.610.600.000
Harga-harga tersebut belum termasuk pajak yang dikenakan sesuai regulasi pemerintah.
Aspek Pajak dan Transaksi
Setiap transaksi pembelian emas batangan Antam dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP, sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017.
Sementara itu, saat menjual kembali emas dengan nilai di atas Rp10 juta, PPh Pasal 22 dipotong langsung dari nilai buyback sebanyak 1,5 persen untuk wajib pajak ber-NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.
Setiap pembelian disertai bukti potong pajak resmi, sehingga transparansi transaksi tetap terjaga.
Mengapa Harga Emas Naik?
Kenaikan harga emas Antam kali ini tidak lepas dari faktor-faktor eksternal. Emas secara global sering dijadikan “safe haven” di tengah gejolak geopolitik, inflasi, dan pelemahan nilai mata uang.
Di Indonesia, permintaan emas Antam sebagai investasi jangka panjang dan perhiasan tetap tinggi, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan dan perayaan.
Baca Juga:Pemerintah Buat Varian MBG Baru: MBG 3BOknum Polisi Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi MBG: Polri Janji Tak Ada Imunitas Hukum
Banyak masyarakat memilih emas sebagai lindung nilai (hedging) terhadap ketidakpastian rupiah dan potensi kenaikan suku bunga.
