KUTAI BARAT – Rangkaian kunjungan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, terlaksana dengan aman pada Jumat (3/7/2026). Sebelumnya, kedatangannya sempat mendapat penolakan dan upaya penghadangan dari sejumlah pihak.
Dilansir dari disway, UAS tiba melalui Bandara Melalan di Sendawar. Kedatangannya disambut masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat.
Kondisi yang tetap tertib selama kunjungan didukung koordinasi pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat. Komunikasi antarpihak dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung tanpa gangguan.
Baca Juga:Mabuk saat Dangdutan, 3 Pemuda Diamankan Polisi di Lokasi HiburanWisatawan Meningkat Selama Musim Libur, Satpolairud Polres Garut Tingkatkan Pengawasan
Pada Jumat malam setelah salat Isya, UAS dijadwalkan menyampaikan ceramah dalam Tablig Akbar di Islamic Centre Melak. Kegiatan keagamaan tersebut menjadi salah satu agenda utama kunjungannya di Kutai Barat.
Rangkaian acara dilanjutkan pada Sabtu (4/7/2026). UAS menghadiri tasyakuran Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam.
Menteri Agama RI KH Nazaruddin Umar juga dijadwalkan hadir dalam agenda Silaturahmi Nasional bersama tokoh-tokoh agama. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kerukunan antarumat, dan persatuan masyarakat.
Sebelum menuju Kutai Barat, UAS terlebih dahulu memberikan tausiah di Masjid Al-Ikhlas, Markas Polda Kalimantan Timur, Balikpapan, Jumat (3/7/2026).
Ceramah tersebut dihadiri Kapolda Kalimantan Timur Irjen Endar Priantoro beserta jajaran. Dalam tausiahnya, UAS mengajak personel kepolisian memperkuat kesiapan mental dan spiritual saat menjalankan tugas.
Menurut UAS, aparat kepolisian akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama karena Kalimantan Timur menjadi wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara. Kondisi tersebut membutuhkan profesionalisme, integritas, dan keikhlasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa seragam kepolisian bukan sekadar penanda profesi. Seragam tersebut membawa tanggung jawab untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
Baca Juga:Lakukan Tinjauan Lapangan, Lola Pastikan Program BSPS di Garut Berjalan OptimalGara-Gara Miras Dua Pemuda Lakukan Pengeroyokan, Ujungnya Ditangkap Polisi
UAS juga berpesan agar setiap personel menjalankan amanah dengan penuh dedikasi serta tetap menjunjung kejujuran dalam bekerja.
“Kalau kita pandai bersyukur atas amanah yang diberikan Allah, hati akan menjadi tenang. Dari hati yang tenang itulah lahir keikhlasan dalam bekerja dan mengabdi kepada masyarakat,” ujar Ustaz Abdul Somad.
Berjalannya agenda UAS secara kondusif dinilai menunjukkan pentingnya komunikasi dalam menyikapi perbedaan pandangan. Koordinasi lintas unsur juga membantu memastikan kegiatan keagamaan tetap terlaksana dengan tertib.
