GARUT – Sejumlah petani di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, mulai menggarap lahan untuk budidaya talas beneng.
Komoditas tersebut dipilih karena dinilai memiliki prospek ekonomi dan pasar ekspor yang menjanjikan. Saat ini, bagian yang paling dibutuhkan dari talas beneng adalah daunnya, yang dapat diolah menjadi bahan pengganti tembakau rokok.
Pengembangan talas beneng dilakukan melalui pola kemitraan antara petani dan perusahaan penampung hasil panen. Kerja sama ini diharapkan memberikan kepastian pasar sekaligus mendorong masyarakat untuk mengembangkan komoditas tersebut.
Baca Juga:Hingga Juni 2026, Damkar Garut Tangani 128 Kasus Kebakaran dan Ribuan Non KebakaranSekda Garut Ungkap Alasan KDKMP Belum Berjalan Meski Bangunan Sudah Berdiri Kokoh
Salah seorang petani, Nunung, mengaku telah memperhitungkan modal dan potensi pendapatan dari budidaya talas beneng. Ia menilai tanaman tersebut layak dikembangkan sebagai sumber penghasilan baru.
“Kita sudah mantap membudidayakan talas beneng. Hari ini kita mulai menggarap lahan. Kita tertarik karena hasilnya bisa untuk jangka panjang, sementara modalnya relatif kecil,” ujarnya.
Ketua BUMDes Mekarsari, Naryana, mengatakan minat masyarakat cukup tinggi. Setelah sosialisasi dilakukan kepada sejumlah kelompok tani, banyak petani menyatakan kesiapan untuk ikut menanam.
Para petani nantinya akan mendapat pembinaan dari BUMDes, mulai dari penyediaan bibit, pendampingan teknis budidaya, hingga pemasaran hasil panen.
Sementara itu, perwakilan perusahaan penampung, Asep Heriyanto, memastikan pihaknya siap mendukung pengembangan talas beneng di Desa Mekarsari. Dukungan yang diberikan mencakup penyediaan bibit berkualitas dan pembelian hasil panen petani.
Pihak perusahaan sebelumnya telah menyosialisasikan rencana kemitraan kepada pengurus BUMDes. Kedua pihak selanjutnya akan menyusun nota kesepahaman atau MoU sebagai dasar kerja sama.
Menurut Asep, talas beneng merupakan komoditas ekspor yang hampir seluruh bagiannya memiliki nilai ekonomi, mulai dari daun, batang, hingga umbi. Produk tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara di Eropa.
Baca Juga:Garut Plaza Sepi Pengunjung, Pemkab Andalkan Berbagai Kegiatan untuk Tarik KonsumenPemkab Garut Siapkan Program Orang Tua Asuh untuk Tekan Angka Putus Sekolah
“Untuk sementara kami masih fokus menampung daun talas beneng,” ujar Asep.
Ke depan, kemitraan tersebut berpeluang diperluas hingga mencakup pemasaran umbi. Adanya jaminan penyerapan hasil panen diharapkan menjadikan talas beneng sebagai usaha alternatif yang mampu meningkatkan pendapatan petani dan menggerakkan perekonomian desa. (*)
