Pelestarian Lingkungan untuk Ketahanan Energi

istimewa
DR. Moch Ilham Anshory
0 Komentar

Oleh: Dr. Moch Ilham Anshory, M.Hum – Penulis, Peneliti Budaya & Anggota Kaukus Lingkungan Hidup Kabupaten Garut.

DIREKTUR Utama PLN memohon maaf kepada Masyarakat. Pernyataan tersebut ia sampaikan pada hari Ahad 21 Juni 2026. Permohonan maaf tersebut ia sampaikan karena terjadi pemadaman bergilir di Pulau Jawa.

Kepala Badan komunikasi Pemerintan (Bakom) RI Muhammad Qodari mengungkapkan pemadaman terjadi karena Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalami kekurangan batu bara untuk tahun 2026.

Bahlil diketahui sempat mengungkapkan, kebutuhan batu bara PLN pada tahun 2026 mencapai 154 juta ton. Tetapi kesepakatan kontrak batu bara baru terealisasi 134 juta ton. Pemerintah akhirnya membentuk tim pengadaan batu bara agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga:DPMD Klaim Garut Bebas Desa Tertinggal, Monitoring dan Evaluasi Terus DiperketatTak Dapat Bantuan Rutilahu, Pasangan Lansia Terpaksa Jual Tanah untuk Perbaiki Rumahnya yang Nyaris Roboh

Merujuk pada laman ugrg.ft.ugm.ac.id, Batu bara merupakan salah satu sumber energi yang penting bagi dunia, yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik sebesar hampir 40% di seluruh dunia (anonim, 2005).

Merujuk laman pgnlng.co.id, Batu bara digunakan sebagai bahan bakar utama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Ketersediaannya yang cukup melimpah menjadikan sebagai pilihan dalam memenuhi kebutuhan energi untuk masyarakat. Kebutuhan yang sangat tinggi akan energi batu bara ini umunya terjadi di negara berkembang. Adanya keterbatasan infrastruktur membuat kesulitan untuk beralih ke energi alternatif.

Banyak PLTU yang terdampak akibat kurangnya pasokan batu bara. Direktur Utama PLN Darmawan Prasojo mengungkapkan, sejumlah PLTU mengalami masalah pasokan. PLTU yang terganggu antara lain, PLTU Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, Suralaya 1 hingga 8, Jawa 7, Jawa 9, dan 10, serta Indramayu di Wilayah Jawa Bagian Barat.

Realitas ini membuat penulis terbangun. Sejak kecil kita dinina bobokan dengan banyaknya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). PLTA saguling, kemudian PLTA Jatiluhur. PLTA paling baru PLTA Jatigede. Bagi warga Garut ada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang. Fenomena ini harus menjadi pelajaran, kita harus menyadari bahwa kita kekurangan energi.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, terjadi perubahan budaya. Energi Listrik merupakan energi yang paling dibutuhkan pada masa kini. Dahulu ngambil air dari sumur menggunakan timba.

0 Komentar