RADARGARUT– Kabupaten Garut kembali mencatatkan posisi yang memprihatinkan dalam statistik kemiskinan Jawa Barat.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Garut menduduki urutan kedua sebagai wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di provinsi tersebut, dengan total mencapai 252,6 ribu orang.
Posisi ini hanya berada di bawah Kabupaten Bogor yang mendominasi daftar dengan 401,9 ribu penduduk miskin. Data ini menunjukkan adanya kesenjangan sosial-ekonomi yang masih cukup lebar di Jawa Barat.
Baca Juga:Nyanéut Festival 2026 Siap Digelar di Garut: Festival Minum Teh Terpopuler di Indonesia yang Padukan Tradisi dPrabowo Sebut Tak Ada Uang Untuk Gaji Guru, Sementara MBG dan KDMP Terus Makan Anggaran Triliunan
Meskipun provinsi ini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi di Indonesia dengan berbagai industri, sektor pariwisata, dan pertanian yang potensial, distribusi kesejahteraan antarwilayah belum merata.
Kabupaten-kabupaten dengan wilayah luas dan populasi besar seperti Garut, Bandung, Cianjur, dan Cirebon mendominasi daftar atas. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor geografis, akses infrastruktur, dan peluang ekonomi memainkan peran penting dalam tingkat kemiskinan.
Berikut adalah daftar 10 kabupaten/kota dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Jawa Barat menurut BPS:
Kabupaten Bogor: 401,9 ribu orangKabupaten Garut: 252,6 ribu orangKabupaten Bandung: 236,1 ribu orangKabupaten Cianjur: 232,6 ribu orangKabupaten Cirebon: 229,6 ribu orangKabupaten Indramayu: 196,8 ribu orangKabupaten Bekasi: 191 ribu orangKabupaten Tasikmalaya: 186 ribu orangKabupaten Karawang: 169,8 ribu orangKabupaten Bandung Barat: 169,7 ribu orang
Di sisi lain, Kota Banjar tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit, yaitu sekitar 11 ribu orang. Perbedaan yang sangat signifikan ini menggambarkan betapa beragamnya kondisi antardaerah di Jawa Barat, dari pusat-pusat industri modern hingga kawasan pedesaan yang masih bergantung pada sektor pertanian tradisional.
Faktor Penyebab Kemiskinan di Garut
Kabupaten Garut, yang dikenal dengan wisata alamnya seperti Pantai Santolo, Gunung Papandayan, dan kerajinan tenun serta pertaniannya, menghadapi tantangan struktural.
Sebagian besar penduduknya tinggal di wilayah pedesaan dengan akses pendidikan dan kesehatan yang terbatas. Tingginya angka kemiskinan juga dipengaruhi oleh faktor seperti:
Ketergantungan pada sektor pertanian
Baca Juga:Pakar Anak Sebut Pelibatan Anak Dalam Aksi Demo Bisa Menjadi Bentuk Eksploitasi Anak Oleh PolitikDPR Tanggapi Fenomena Siswa Ikut Demo Dukung MBG: Sebut Jangan Sampai Kegiatan Demo Ganggu Sekolah
Fluktuasi harga komoditas dan dampak perubahan iklim sering kali membuat petani rentan jatuh miskin.
Keterbatasan lapangan kerja.
Industri manufaktur dan jasa belum berkembang merata di seluruh kecamatan.
Infrastruktur
Meski ada perbaikan, beberapa daerah pegunungan dan pesisir masih kesulitan akses jalan, listrik, dan air bersih.
