Biaya Kuliah Tinggi, Ribuan Calon Mahasiswa di Indonesia Tak Mampu Akses Pendidikan Tinggi

(Unsplash/radargarut.id)
Puluhan ribu calon maba tak lanjut kuliah karena biaya kuliah tinggi (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

Berdasarkan teori Erik Erikson, remaja akhir sedang berada pada tahap pencarian jati diri. Banyak yang mendaftar SNBP karena FOMO (fear of missing out) atau ikut-ikutan teman, tanpa perencanaan matang.

Ketika diterima, muncul keraguan karena jurusan tidak sesuai minat atau visi karier masa depan.

Dampak Jangka Panjang dan Rekomendasi

Kursi kosong ini berdampak luas. Sekolah asal siswa yang berulang kali gagal “mengambil” kuota SNBP berisiko mendapatkan jatah yang lebih sedikit tahun depan.

Baca Juga:Rombak Target Prioritas MBG: BGN Umumkan 4 Kelompok Target Prioritas Penerima MBGKabar Baik! Harga Emas dan Perak Akhirnya Bangkit Kembali

Hal ini bisa memperburuk kesenjangan akses pendidikan antar-sekolah. Selain itu, data seleksi menjadi kurang akurat karena tidak mencerminkan kesiapan riil calon mahasiswa.

Pengamat pendidikan Darmaningtyas menyoroti perlunya perbaikan sistem. Seleksi saat ini terlalu berfokus pada prestasi akademik dan kurang mempertimbangkan kesiapan sosial-ekonomi. Perubahan kondisi keuangan keluarga antara saat pendaftaran dan pengumuman hasil sering tidak terantisipasi.

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa langkah mendesak diperlukan sepertitransparansi biaya sejak awal pendaftaran, termasuk simulasi biaya hidup lengkap.

Perluasan dan penyederhanaan akses KIP Kuliah agar lebih tepat sasaran,serta penguatan bimbingan karier di tingkat SMA untuk membantu siswa memilih jurusan sesuai minat dan bakat.

Fenomena ribuan siswa lolos PTN tapi tidak daftar ulang bukan sekadar angka statistik. Ini adalah cerminan krisis akses pendidikan tinggi yang melibatkan dimensi ekonomi, sosial, dan psikologis.

Tanpa reformasi yang komprehensif, kesempatan emas bagi generasi muda Indonesia untuk meraih pendidikan berkualitas akan terus terbuang sia-sia. Pemerintah, perguruan tinggi, dan sekolah perlu bekerja sama agar setiap kursi PTN yang disediakan benar-benar terisi oleh calon mahasiswa yang siap dan mampu menyelesaikan studi.(*)

0 Komentar