Sempat Terima Sejumlah Uang Dari Aparat Kepolisian Agar Tak Realisasikan Demo, Ketua BEM FH UBK Minta Maaf

(Disways)
Aksi demo mahasiswa UBK (Disways)
0 Komentar

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai tuntutan, termasuk evaluasi program makan bergizi gratis (MBG), subsidi UKT, hingga isu moneter dan energi.

Meski sempat ada mediasi dan pertemuan tertutup, Abdi menegaskan bahwa kelompoknya menolak jamuan makan malam untuk menjaga independensi gerakan mahasiswa.

Aksi tetap berlanjut dengan orasi keras menuntut perbaikan berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap bermasalah.

Baca Juga:Polres Garut Berhasil Menangkap Pelaku Pembunuhan Berencana, Korban Meninggal Dunia Akibat Tusukan Pisau DapurPertamina Lakukan Penyesuaian Harga BBM, Pertamax Naik Kembali

Reaksi dan Permohonan Maaf

Dalam video yang diunggah akun Instagram LPM Marhaen UBK, Abdi menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa dirinya. Ia menjelaskan bahwa pengakuan ini muncul setelah isu suap beredar luas di kalangan mahasiswa.

Sidang internal di kampus menjadi momentum untuk memberikan klarifikasi langsung di hadapan teman-teman sekaligus civitas akademika.

Kasus ini menimbulkan kegaduhan di kalangan mahasiswa UBK. Banyak yang menilai pengakuan Abdi sebagai bentuk transparansi, sementara sebagian lain mempertanyakan integritas kepemimpinan organisasi kemahasiswaan.

Dugaan keterlibatan oknum aparat juga menjadi sorotan karena berpotensi mengganggu kebebasan menyampaikan aspirasi.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen mahasiswa mengenai bahaya politik uang dan upaya meredam suara kritis. Gerakan mahasiswa seharusnya tetap independen, transparan, dan bebas dari intervensi pihak manapun.

Di tengah berbagai isu nasional yang sedang hangat, seperti evaluasi program pemerintah dan kondisi ekonomi masyarakat, kepercayaan publik terhadap organisasi kemahasiswaan harus dijaga dengan baik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak universitas maupun aparat penegak hukum terkait dugaan suap tersebut. Publik menantikan langkah lebih lanjut, apakah kasus ini akan ditindaklanjuti secara hukum atau hanya menjadi catatan internal kampus.(*)

0 Komentar