Manipulasi Identitas dan Kejanggalan Data di Balik Gerakan "BEM Bersatu"

(Istimewa)
Jubir BEM Bersatu, Rahmat Djimbula (Istimewa)
0 Komentar

Mengingat data registrasi kendaraan dan pertalian keluarga bukan informasi yang dapat diakses bebas oleh publik, muncul dugaan kuat adanya pihak tertentu yang menyuplai data tersebut dari basis data internal otoritas terkait.

Kecurigaan ini diperkuat oleh pengakuan Tiyo di media sosialnya beberapa hari sebelumnya, di mana ia menemukan alat pelacak GPS bermerek PBX Finder terpasang secara diam-diam di bawah mobil yang digunakannya setelah menghadiri aksi “Gejayan Memanggil” di Sleman.

Rentetan kejadian ini mengindikasikan adanya tindakan pengawasan informal dan penyalahgunaan data pribadi yang melanggar Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

Baca Juga:Dulu Jadi Ikon Reformasi Masa Orba, Budiman Sudjatmiko Kini Dicap Penjilat RezimPolres Garut Jemput DPO Kasus Pengeroyokan Di Kalimantan Tengah

Secara keseluruhan, pencatutan nama organisasi dan kejanggalan sumber data ini memicu kekhawatiran bahwa gerakan tandingan tersebut sengaja direkayasa bukan untuk memperkaya substansi diskusi, melainkan untuk menciptakan kebisingan yang membingungkan opini publik dan mendegradasi gerakan moral mahasiswa yang murni.(*)

0 Komentar