Kasus ini memicu gelombang kekecewaan publik mengingat anggaran negara yang seharusnya dialokasikan untuk memperbaiki gizi anak-anak bangsa, justru mengalir ke kantong para koruptor melalui pengadaan barang yang dimanipulasi.
Kejagung menegaskan akan terus mendalami aliran dana dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru seiring berkembangnya proses penyidikan.(*)
