RADARGARUT– Suasana politik Indonesia semakin memanas menjelang akhir pekan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) mengumumkan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat 12 Juni 2026.
Aksi yang bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” ini mengusung tagar #MenujuIndonesiaBangkrut dan menyerukan massa untuk mengenakan baju hitam sebagai simbol duka atas kondisi bangsa.
Aksi ini direncanakan berangkat dari Lapangan FISIP UI pukul 10.00 WIB dan berkumpul di Bundaran HI. Menurut seruan resmi BEM UI yang disebarkan melalui akun Instagram mereka, demonstrasi ini menjadi wadah untuk menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi ekonomi nasional dan respons pemerintah yang dianggap lambat serta tidak memadai dalam mengatasi berbagai persoalan rakyat.
Baca Juga:Timnas Indonesia U-19 Kalah 0-1 Dari Australia Pada Putaran Semifinal AFF 2026Ini Cara Mudah Nonton Piala Dunia 2026 Lewat HP di Mana Saja
“Sudah terlalu lama masyarakat menahan amarah dan penindasan yang terus mencekik, harga bahan pokok yang terus meningkat, serta seluruh permasalahan ekonomi akibat kebijakan-kebijakan yang disusun oleh pemimpin yang tidak berkompeten. Mari terus bersama-sama suarakan keresahan yang sudah lama kita pendam,” tulis BEM UI.
Dresscode yang direkomendasikan adalah baju hitam dan jaket kuning, sebagai bentuk ekspresi solidaritas dan keprihatinan mendalam.
Kritik Ekonomi dan Ancaman Otonomi BI
Salah satu fokus utama aksi adalah pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut sepanjang 2026. BEM UI mengingatkan trauma krisis moneter 1997-1998, di mana independensi Bank Indonesia (BI) seharusnya menjadi benteng utama.
Namun, pengesahan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) dinilai mengancam otonomi BI.
Regulasi ini membuat BI harus membagi fokus antara menjaga stabilitas rupiah dan mendukung agenda pertumbuhan ekonomi pemerintah.
Ditambah lagi, keterlibatan DPR yang lebih besar dalam evaluasi kinerja BI serta pergeseran konsep “burden sharing” menjadi pembiayaan pembangunan, justru melemahkan kredibilitas Indonesia di mata pasar global. Akibatnya, rupiah mengalami depresiasi tajam dan cadangan devisa menyusut ke titik terendah.
“Kapan bank sentral disetir oleh syahwat politik, rakyatlah yang akhirnya menanggung akibatnya,” tegas pernyataan BEM UI.
Baca Juga:Puluhan SPPG Mulai Berhenti Operasional Akibat Dana Belum CairBMKG Prediksi Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Kering dan Panjang
Lima Tuntutan Utama
Aksi ini merupakan hasil konsolidasi lintas elemen mahasiswa dan masyarakat sipil. Tuntutan yang disuarakan mencakup:
