- Stop pemborosan APBN. Menghentikan pengeluaran negara yang dinilai tidak efisien.
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM. Langsung merespons kenaikan harga Pertamax dan inflasi yang membebani rakyat.
- Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Hal ini dianggap kurang prioritas dan bermasalah tata kelolanya.
- Hentikan militerisme di ranah sipil. Menolak intervensi militer dalam urusan masyarakat sipil.
- Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan bertanggung jawab atas kebijakan yang dijalankan.
Aksi ini melibatkan aliansi mahasiswa dari berbagai kampus serta elemen masyarakat luas, termasuk buruh dan kelompok sipil lainnya. Jumlah massa yang hadir diperkirakan ribuan, tergantung dinamika lapangan.
Konteks Lebih Luas dan Harapan Perubahan
Demonstrasi ini bukan sekadar unjuk rasa rutin, melainkan bentuk perlawanan generasi muda terhadap kondisi ekonomi yang semakin sulit. Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, pelemahan rupiah, dan berbagai kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat, mahasiswa hadir sebagai suara kritis yang menuntut akuntabilitas.
Bagi BEM UI, keadilan harus dijemput oleh rakyat sendiri. Aksi damai ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendengar aspirasi dan segera melakukan koreksi kebijakan. (*)
