Garut Siap Gerak Hadapi Krisis Iklim di Hari Lingkungan Sedunia 2026

(Istimewa)
Surat edaran hari lingkungan hidup sedunia 2026 (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif terlibat dalam aksi nyata perlindungan lingkungan.

Mengusung tema “Saatnya Bekerja Untuk Iklim”, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mengubah kesadaran menjadi gerakan konkret menghadapi Triple Planetary Crisis (krisis iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati).

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2026, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat umum diminta untuk melaksanakan berbagai kegiatan nyata.

Baca Juga:Ini Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Juni 2026Harga Emas Antam Hari Ini Ambruk Signifikan, Ini Detailnya

Hal ini disampaikan DLH Garut melalui akun resmi @dlhgarut yang juga membagikan infografis panduan aksi. Dalam infografis tersebut, terdapat empat pilar utama aksi yang diharapkan dapat dilakukan secara masif:

1. Ikut Menginspirasi lewat Digital

Masyarakat dan institusi diajak menggunakan logo resmi dan tema nasional untuk menyebarkan pesan pentingnya menjaga iklim bumi melalui media sosial dan platform digital. Dengan tagar #NowForClimate, kampanye ini diharapkan dapat menjangkau lebih luas dan menggerakkan partisipasi publik.

2. Bergerak Bersama pada 6 Juni

Salah satu kegiatan puncak adalah aksi kebersihan massal serentak pada tanggal 6 Juni 2026. Kegiatan ini mencakup pembersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pelaporan volume sampah daerah secara transparan.

Aksi bersama ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim.

3. Mengubah Pola Pikir lewat Indonesia ASRI

Fokus pada perubahan perilaku mulai dari tingkat terkecil, yaitu keluarga. Nilai-nilai Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari pemilahan sampah di rumah tangga hingga penerapan gaya hidup rendah karbon.

4. Menjaga Konsistensi Aksi Hijau

Aksi tidak berhenti di satu hari saja. Masyarakat diajak menjaga konsistensi melalui gerakan berkelanjutan seperti penanaman pohon, pemeliharaan ruang terbuka hijau, dan pembersihan area publik sepanjang bulan lingkungan.

Kepala DLH Garut menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan gerakan berkelanjutan yang melibatkan semua pihak.

Baca Juga:Jadwal Polytron Indonesia Open 2026: Cek Link Streaming Gratis Berikut dan Siaran TV LangsungnyaKA Cikuray Terus Tumbuh Jadi Moda Transportasi Favorit: Hubungkan Garut dengan Jakarta

“Kita harus mengubah kesadaran menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan terdekat kita,” tulis DLH Garut dalam postingannya.

0 Komentar