GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, saat ini tengah mempersiapkan lahan seluas 30 hektare di Kecamatan Cikelet, untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen, yang rencananya akan direalisasikan ditahun ini.
Sekretaris Daerah kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengatakan bahwa persiapan lahan ini tengah berjalan, bahkan tim dari Kementrian Sosial beberapa waktu lalu telah meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan kesiapan lahan yang akan dibangun SR.
“Jadi, kita melihat bahwa proses itu berjalan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Sekolah Rakyat yang rencana nya akan dibangun di Garut Selatan ini harus direalisasikan tahun ini, dikarenakan anggaran untuk pembangunannya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat.
Baca Juga:Akibat Korsleting Listrik Picu Rumah di Banyuresmi Garut Terbakar, Kerugian Capai Rp150 JutaRujuk Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2019, PMII Garut Tolak Kandidat Sekda Yang Memiliki “Rapor Merah”
Sambung Nurdin, besaran anggaran untuk pembangunan SR di Kecamatan Cikelet tersebut sekitar Rp250 miliar, dan diharapkan berdampak positif bagi daerah.
“SR itu kan sebetulnya (bisa menarik anggaran) Rp250 miliar, kalau kita dapatin SR itu 250 miliar, dan setiap bulannya juga, setiap harinya kan ada kegiatan itu kan lumayan,” sambungnya.
Nurdin menambahkan, hasil peninjauan Kementerian Sosial menemukan sejumlah catatan administratif, termasuk syarat lahan yang harus bersertifikat.
Sedangkan, kata dia, lahan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Garut masih berupa tanah desa dengan skema pinjam pakai.
“Tapi kami mau komunikasi, mudah-mudahan ada jeda lah antara yang simpan pinjam pakai sementara, tapi setidaknya kan akan kita nanti konfirmasi besok setelah perubahan anggaran,” tambahnya.
Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Garut, sebelumnya telah berjalan sebagai rintisan, di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Garut. Saat ini, sudah membina sebanyak 75 siswa yang terbagi dalam jenjang SD, SMP, dan SMA. (*)
