Viral “Teror Pocong” di Garut Dipastikan Hoaks, Polisi Minta Warga Tak Mudah Percaya Video Editan AI

(Istimewa)
Polres Garut tegaskan bahwa isu teror pocong di Garut adalah hoax (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT – Polres Garut mengeluarkan klarifikasi terkait informasi viral mengenai dugaan “teror pocong” yang disebut-sebut terjadi di wilayah Babakan Abid, Kabupaten Garut.

Kepolisian memastikan kabar tersebut tidak benar dan meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya ataupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Klarifikasi itu disampaikan melalui unggahan resmi media sosial Polres Garut setelah beredarnya berbagai foto dan video yang memicu keresahan warga di media sosial.

Baca Juga:Kemdiktisaintek Tegaskan Proses Pemeriksaan Masih Berjalan, Tekankan Perlindungan KorbanDisdukcapil Hadir di Garut Plaza, Sukses Jemput Bola Adminduk Garut

Dalam unggahan tersebut, polisi menegaskan bahwa isu yang ramai diperbincangkan masyarakat bukan terjadi di wilayah Kabupaten Garut.

“Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut TIDAK BENAR dan dipastikan bukan terjadi di wilayah Kabupaten Garut,” tulis Polres Garut dalam unggahan klarifikasinya.

Polisi menjelaskan, peristiwa yang sebenarnya merupakan dugaan tindak kriminal berupa perampokan dengan modus menakut-nakuti korban menggunakan kostum menyerupai pocong.

Kejadian itu disebut terjadi di Jalan Babakan Garut, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), bukan di Garut seperti yang ramai diberitakan di media sosial.

“Fakta yang sebenarnya, kejadian tersebut terjadi di Jalan Babakan Garut, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan dugaan modus tindak kriminal berupa perampokan menggunakan kostum menyerupai pocong untuk menakut-nakuti korban,” lanjut keterangan tersebut.

Selain meluruskan lokasi kejadian, Polres Garut juga mengungkap bahwa sebagian konten yang beredar di media sosial diduga merupakan hasil editan dan rekayasa menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Konten tersebut dinilai sengaja disebarkan untuk menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Baca Juga:5 Larangan yang Wajib Dihindari Jelang Ibadah QurbanTabel Angsuran KUR Mandiri 2026 & Panduan Lengkap Pengajuan untuk UMKM

“Dipastikan sebagian foto maupun video yang beredar di media sosial terkait isu tersebut merupakan hasil editan dan buatan Artificial Intelligence (AI) yang sengaja disebarkan sehingga menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat,” tulis Polres Garut.

Viralnya isu “teror pocong” ini sempat membuat sebagian warga merasa khawatir, terutama karena narasi yang beredar menyebut adanya gangguan misterius pada malam hari.

Beberapa unggahan bahkan menampilkan visual menyeramkan yang kemudian memicu spekulasi liar di berbagai platform media sosial.

0 Komentar