RADARGARUT – Pada 23-24 Mei 2026, Kota Bandung diselimuti lautan biru saat ribuan Bobotoh (suporter Persib Bandung) turun ke jalan merayakan gelar juara liga yang diraih tim kebanggaan mereka.
Konvoi kemenangan Persib Bandung yang melintasi berbagai ruas protokol kota, termasuk kawasan Asia Afrika, Dago, Cikapayang, dan Pasupati, berlangsung meriah dengan sorak-sorai, nyanyian, dan kibaran bendera. Namun, di balik euforia tersebut, tersisa masalah lingkungan yang cukup serius.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat total sampah yang dihasilkan selama dua hari perayaan mencapai 112 ton. Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menyatakan bahwa volume ini termasuk sampah dari konvoi dan perayaan di berbagai titik.
Baca Juga:Kemdiktisaintek Tegaskan Proses Pemeriksaan Masih Berjalan, Tekankan Perlindungan KorbanDisdukcapil Hadir di Garut Plaza, Sukses Jemput Bola Adminduk Garut
Jenis sampah yang mendominasi adalah plastik sekali pakai, botol minuman, kemasan makanan, serta sisa-sisa flare dan petasan.
“Ada total itu 112 sampah seperti trotoar atau jalan itu. Kebanyakan bekas kembang api, flare, plastik. Diluar sampah plastik dan botol minuman plastik, justru paling banyak bekas botol beling,” ujarnya.
Petugas kebersihan menemukan tumpukan sampah yang signifikan di beberapa lokasi, termasuk tiga karung besar di Cikapayang dan enam karung di sepanjang rute konvoi hingga kawasan Asia Afrika.
Sebelum acara, Pemkot Bandung telah mengantisipasi dengan menyiagakan 345 personel kebersihan selama tiga hari. Meski demikian, kerumunan massa yang sangat padat membuat proses pembersihan sempat terhambat.
Hingga Senin 25 Mei 2026, petugas baru berhasil mengangkut sekitar 50 persen sampah. Beberapa laporan menyebutkan timbulan sampah dalam satu hari konvoi mencapai volume setara tujuh truk.
Perayaan ini merupakan momen bersejarah bagi Persib yang berhasil mempertahankan gelar juara. Ribuan Bobotoh tumpah ruah memadati jalan, menciptakan suasana festif yang menjadi kebanggaan warga Bandung. Sayangnya, euforia tersebut diwarnai kritik tajam dari masyarakat.
Banyak yang menyesalkan sikap sebagian suporter yang membuang sampah sembarangan, meninggalkan “warisan” bagi petugas kebersihan dan warga lainnya.Kasus ini bukan yang pertama kali terjadi di perayaan olahraga.
Baca Juga:5 Larangan yang Wajib Dihindari Jelang Ibadah QurbanTabel Angsuran KUR Mandiri 2026 & Panduan Lengkap Pengajuan untuk UMKM
Di banyak kota, perayaan kemenangan tim sepak bola sering kali diikuti peningkatan volume sampah. Di Bandung sendiri, DLH rutin menghadapi tantangan serupa setiap kali ada laga besar Persib. Hal ini menunjukkan perlunya kesadaran kolektif yang lebih tinggi dari para suporter.
